Soal Hibah Pesantren, Ini Jawaban Gubernur Dedi Mulyadi atas Kritik Ma’ruf Amin Bikin Kaget
Dedi menegaskan bahwa kebijakan tersebut telah melalui pertimbangan matang dan sesuai kebutuhan pembangunan pendidikan keagamaan di Jawa Barat.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menanggapi kritik Wakil Presiden ke-13 RI, Ma’ruf Amin, terkait alokasi hibah untuk pesantren dalam perubahan APBD 2025.
Dedi menegaskan bahwa kebijakan tersebut telah melalui pertimbangan matang dan sesuai kebutuhan pembangunan pendidikan keagamaan di Jawa Barat.
"Oh iya enggak apa-apa. Saya ucapkan terima kasih buat Pak Kiai yang telah mengoreksi saya," ucapnya saat dijumpai wartawan di halaman Gedung Sate, usai Upacara Kemerdekaan HUT RI ke-80, Minggu (17/8).
"Tetapi yakinlah apa yang saya lakukan demi kepentingan umat," dia menambahkan.
Dedi pun menjelaskan bahwa tidak ada penghapusan untuk hibah pesantren pada perubahan APBD 2025. Hanya saja, akan dilakukan evaluasi agar distribusinya tepat sasaran.
"Jadi pemerintah provinsi bukan menghilangkan bantuan hibah pesantren, tetapi menunggu untuk dilakukan evaluasi. Agar nanti distribusinya tepat sasaran dan sesuai dengan peruntukannya," jelas Dedi.
Dengan begitu, Dedi berharap distribusi hibah untuk pesantren nantinya dapat lebih merata, tidak hanya di segelintir wilayah di Jawa Barat saja. Ia mengatakan, pihaknya akan segera melakukan penataan pada tahun 2026.
"Artinya tidak menumpuk pada 2 kabupaten saja. Garut dan Kabupaten Tasik. Ya nanti 2026 akan mulai kita tata," katanya.