Gubernur Jawa Barat terpilih, Dedi Mulyadi (DM) membuka kepada publik penggunaan anggaran pinjaman yang dilakukan Pemprov Jabar pada medio tahun 2020 dan 2021. Dana senilai Rp 3,4 triliun itu berasal dari Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang diberikan oleh pemerintah pusat.
Pembahasan ini merupakan bagian dari masa transisi persiapan perpindahan kepemimpinan di Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sejak ditetapkan sebagai pemenang Pilkada Jabar, Dedi Mulyadi aktif melakukan pertemuan dengan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga kepala daerah tingkat kabupaten kota yang menjadi pemenang dalam Pilkada.
Pembahasan penggunaan PEN dilakukan bersama Ketua Tim Transisi yang kebetulan bernama Dedi Mulyadi. Dalam beberapa tayangan video yang diunggah di kanal media sosial DM, ia ingin mengetahui penggunaan anggaran pinjaman tersebut.
Diketahui, anggaran itu digunakan dengan tujuan memulihkan ekonomi yang dihantam pandemi Covid-19. Sedikitnya ada 11 kegiatan yang pembiayaannya menggunakan PEN. Rinciannya, untuk infrastruktur jalan sebanyak 68 kegiatan anggaran yang digunakan Rp 950 miliar.
Lalu, untuk pengairan irigasi selama dua tahun sebesar Rp 28 miliar, penataan air limbah Rp 10 miliar, infrastruktur untuk rutilahu Rp 877 miliar, infrastruktur untuk ruang terbuka publik seperti taman dan alun alun 12 titik sebesar Rp 165 miliar.
Infrastruktur perkotaan bangunan publik seperti creative center dengan tiga kegiatan memakan anggaran Rp 21 miliar. Kemudian, infrastruktur perkotaan dan sarana peribadatan seperti Masjid Aljabar sebesar Rp 207 miliar.
Berikutnya, infrastruktur pariwisata dengan total 15 kegiatan memakan anggaran Rp 173 miliar, revitalisasi pasar 12 kegiatan Rp 137 miliar, pembangunan pasar kreatif Rp 11,3 miliar, lalu untuk sektor sosial kesehatan Rp 816 miliar.
“Biar seluruh warga Jabar tahu utangnya digunakan untuk apa,” kata DM mengutip video yang diunggah.
Dalam video tersebut, dijelaskan bahwa pinjaman itu dilakukan dengan tujuan memulihkan ekonomi, apalagi penerimaan daerah berkurang. Hanya saja, pada periode yang sama Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyerahkan hibah Rp 11 triliun.
“Dalam posisi kecukupan (punya anggaran Rp 11 triliun), makanya dihibahkan. Artinya uangnya cukup. (Tapi) kita pinjam (dana PEN ke pemerintah pusat),” jelas dia.
Advertisement