Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyoroti pengadaan papan tulis interaktif senilai Rp30 miliar. Papan tulis interaktif tersebut diambil dari APBD Depok. Pengadaannya dilakukan Dinas Pendidikan Kota Depok.
Dedi meminta Wali Kota Depok, Supian Suri untuk mengevaluasi pengadaan tersebut. Bahkan dia menginstruksikan untuk menghilangkan mata anggaran tersebut jika dirasa kurang bermanfaat.
"Nanti pak Wali dong yang mengevaluasi," kata Dedi usai rapat kordinasi evaluasi tata ruang bersama Menteri TR/BPN dan Bupati/Walikota se-Jawa Barat di Depok, Selasa (11/3).
Advertisement
Desak Anggaran Dialihkan untuk Peningkatan Kualitas Sekolah
Jika dirasa tidak sesuai, Dedi meminta agar anggaran tersebut dialihkan. Misalnya untuk peningkatan sarana pendidikan.
“Kalau itu terlalu mahal dan tidak logis ya saya minta untuk diubah atau dihilangkan kalau memang tidak bermanfaat,” ujar Dedi.
Dedi justru menyoroti bahwa kondisi ruang kelas di beberapa sekolah masih memerlukan perbaikan. Sebagai perbandingan, Pemprov Jabar telah menghapus anggaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sebesar Rp730 miliar. Kemudian mengalihkannya ke penyediaan ruang kelas dan pembelian lahan untuk sekolah baru.
“Saya harap Pemerintah Kota Depok juga menghapus papan tulis interaktif itu, diganti dengan peningkatan kualitas sekolah sarana dan prasarana,” pungkasnya.