Pemilik Tempat Les, Sosok Aktor Intelektual Komplotan Pembunuh Kacab Bank
Hal itu dibenarkan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi.
4 Pelaku penculikan dan pembunuhan IP, seorang kepala cabang Bank BUMN ditangkap. Polisi mengungkap sosok salah satu aktor intelektual, yakni DH atau Dwi Hartono.
Hal itu dibenarkan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi.
"Saya tak sebut nama, hanya membenarkan," kata Ade Ary saat dihubungi, Selasa (26/8). Terkait profesi DH, Ade Ary tak menampik bahwasanya dia merupakan bos bimbingan belajar (bimbel).
"Iya bener-bener (pengusaha bimbel)," ujar dia.
Seorang Motivator
Ketika dicecar DH juga motivator, Ade Ary belum dapat memastikannya. "Penyidik tahunya dia pengusaha itu (bimbel)," ujar dia.
Dia mengatakan, peran DH dia merupakan salah satu aktor penculikan. "Salah satu aktor penculikan ya," katanya.
Dijanjikan Rp50 Juta
Penasihat Hukum empat penculik kepala cabang Bank BUMN Cempaka Putih MIP, Adrianus Agal mengatakan, jika kliennya mendapat perintah untuk menculik korban.
Bahkan, mereka dijanjikan bayaran sekitar Rp50 juta untuk menculik korban dari parkiran salah satu pusat perbelanjaan di Pasar Rebo, Jakarta Timur (Jaktim).
Angka bayaran sekitar Rp50 juta itu muncul dari kesaksian empat penculik dan informasi yang diperoleh dari penyidik. Menurut Adrianus, belum semua uang yang dijanjikan diterima oleh empat penculik MIP.
Karena, mereka hanya baru menerima uang muka atau Down Payment (DP) hingga akhirnya para penculik itu ditangkap di Jakarta dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Dari informasi yang kami dapat setelah berkomunikasi dengan penyidik, mereka (4 penculik) dijanjikan untuk mendapatkan beberapa puluh juta sekian-sekian. Baru dikasih DPR berapa," kata Adrianus kepada wartawan saat menyambangi Polda Metro Jaya, Senin (25/8) malam.
Adrianus memastikan, informasi tersebut sudah terkonfirmasi oleh penyidik dalam proses pemeriksaan. Namun, ia tidak dapat informasi besaran DP yang sudah diterima oleh para terduga pelaku.
"Saya tidak bisa memastikan angka DP-nya berapa. Tapi, angkanya tidak lebih dari Rp50 jutaan. Mereka belum membayar full. Tapi, sebagian dari uang DP itu ada yang sudah disita oleh penyidik," jelasnya.