Momen Dedi Mulyadi Disebut Gubernur Konten di Rapat Komisi II DPR
Dedi Mulyadi menjelaskan, konten yang ia buat telah membantu efisiensi anggaran iklan di Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Komisi II DPR RI menggelar rapat bersama sejumlah gubernur dari berbagai provinsi guna membahas penyelenggaraan pemerintahan daerah. Dalam rapat tersebut, para gubernur hadir mengenakan seragam dinas maupun batik.
Beberapa kepala daerah yang hadir antara lain: Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, Gubernur Nusa Tenggara Barat Melkiades Laka Lena, Gubernur DIY Sultan Hamengkubuwono X, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani, serta Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan.
Topik yang dibahas meliputi alokasi APBN dan kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di masing-masing provinsi.
Dedi Mulyadi "Gubernur Konten"
Suasana rapat menjadi lebih ringan ketika Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud menyebut Dedi Mulyadi sebagai "gubernur konten". Hal itu disampaikan Rudy saat Ketua Komisi II DPR RI Muhammad Rifqinizamy Karsayuda mempersilakannya memaparkan materi.
Rudy membuka presentasinya dengan menyapa Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk, pejabat eselon I Kemendagri, serta seluruh kepala daerah yang hadir.
"Terima kasih banyak Bu Wamen dan seluruh gubernur yang hadir hari ini. Kang Dedi, gubernur konten. Mantap nih Kang Dedi. Dan seluruh pejabat eselon I Kemendagri yang hadir, bupati, wali kota via Zoom," ujar Rudy Mas’ud di ruang rapat Komisi II, Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (29/4).
Efisiensi Anggaran
Setelah Rudy, giliran Dedi Mulyadi memaparkan kondisi Jawa Barat. Di akhir presentasinya, ia menanggapi sebutan “gubernur konten” dengan santai. Ia bahkan menjelaskan, konten yang ia buat telah membantu efisiensi anggaran iklan di Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
"Alhamdulillah dari konten yang saya miliki itu bisa menurunkan belanja rutin iklan. Biasanya iklan di Pemprov Jabar kerja sama medianya Rp50 miliar. Sekarang cukup Rp3 miliar tetapi viral terus," tutup Dedi.