Cerita Perseteruan Hercules dengan Pamen Polri Berujung Minta Maaf
"Operasi ini bertujuan menindak tegas pelaku dan mengungkap jaringan pelaku premanisme secara menyeluruh," ujar Karopenmas Divisi Humas Polri
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan instruksi untuk Polda se-Indonesia untuk memberantas premanisme. Operasi Kepolisian Kewilayahan serentak digelar.
Hal itu tertuang dalam Surat Telegram Nomor: STR/1081/IV/OPS.1.3./2025, yang ditujukan kepada seluruh jajaran Polda dan Polres se-Indonesia. Operasi dimulai serentak per 1 Mei 2025.
"Operasi ini bertujuan menindak tegas pelaku dan mengungkap jaringan pelaku premanisme secara menyeluruh," ujar Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko dalam keterangannya, Selasa (6/5/2025).
Jika membahas soal premanisme, identik dengan mana Hercules Rosario de Marshal. Terlebih, Ketua Umum Organisasi Masyarakat (Ormas) Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) tengah menjadi perbincangan usai salah satu anak buahnya dalam GRIB terlibat aksi pembakaran mobil polisi di Depok, Jawa Barat.
Menengok ke belakang, Hercules merupakan salah satu tokoh preman yang cukup dikenal. Pria yang berasal dari Timor Timur (sekarang Timor Leste) ini dikenal sebagai preman Tanah Abang pada tahun 1990-an.
Tantang Kombes Hengki
Tengah di atas angin. Hercules sampai berani menantang salah satu Perwira Menengah (Pamen) Polri Kombes Hengki Haryadi yang saat itu menjabat sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.
Dalam satu acara di tahun 2023, secara terbuka Hercules menantang Kombes Hengki. Keberaniannya dilatarbelakangi jutaan anggota pengikut di belakangnya.
Hercules menuding Kombes Hengki ingin menangkap dirinya demi kenaikan pangkat. Mengetahui itu, dia menantang Hengki.
"Seorang Kombes Hengki Haryadi ya. Gue enggak takut sama dia. Bilang sama dia, yang Hengki Haryadi, anggota saya 1.000.400," dikutip merdeka.com, Rabu (7/5/2025).
"Saya dengar dengar kemarin Hengki ancam-ancam saya, kau kecil Hengki Haryadi," tantang Hercules.
Tak lama berselang, Hercules malah minta maaf. Ia mengaku terjadi kesalahpahaman terkait informasi yang diterimanya. Sehingga perkataannya yang menyinggung Kombes Hengki merupakan bentuk spontanitas.
"Saya Hercules, mengucapkan minta maaf sebesar besarnya kepada pak hengki atas kemarin kejadian salah paham. sampai ke acara saya ada spontanitas, di luar kesadaran ya ada saya mengeluarkan kata-kata kurang baik," katanya dalam video yang diunggah akun instagram @kamerapengawas.id, Senin (5/6/2023).
Dia juga meminta maaf kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit dan Kapolda Metro Jaya Irjen Kartoyo. Semoga, Hercules berharap, dirinya menjadi lebih baik ke depannya.
"Mudah-mudahan ke depannya jadi lebih baik," ungkapnya.
Tanggapan Kombes Hengki
Permintaan maaf Hercules mendapat tanggapan dari Kombes Hengki. Saat ditanya awak media, Kombes Hengki mengatakan telah menerima permintaan maaf Hercules.
Namun, ia menegaskan tetap menolak aksi premanisme. Semakin melawan semakin ditabrak.
"Sebagai insan beragama kalau ada yang minta maaf kita maafkan. Tapi kalau buat salah ya tidak ada alasan," kata Kombes Hengki di Mapolda Metro Jaya, Jumat (9/6/2023) silam.
Kombes Hengki menegaskan, penindakan terhadap premanisme berawal dari keresahan masyarakat. Ia tegas menyebut semakin melawan semakin ditabrak oleh polisi.
"Jadi begini kita harus jelaskan masalah premanisme ini dasarknya kita melakukan penindakan yang pertama aadalah keresahan masyarakat. Semakin melawan semakin kita tabrak, enggak ada cerita."
"Intinya negara tidak boleh kalah dengan aksi premanisme!" tegas Kombes Hengki.