Ahok Bakal Diperiksa Kejagung Terkait Kasus Korupsi Pertamina Hari Ini
Harli belum memastikan apakah Ahok akan hadir dalam pemeriksaan tersebut.
Kejaksaan Agung (Kejagung) akan memeriksa mantan Komisaris Utama Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, terkait dugaan tindak pidana korupsi dalam tata kelola minyak mentah dan produk kilang di PT Pertamina (Persero) tahun 2018-2023. Pemeriksaan dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 13 Maret 2025 pukul 10.00 WIB.
"Rencananya jam 10.00 WIB," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Harli Siregar, Kamis (13/3).
Namun, Harli belum memastikan apakah Ahok akan hadir dalam pemeriksaan tersebut. "(Konfirmasi hadir) Kita tunggu aja ya," ujarnya.
Sementara itu, Ahok menyatakan akan hadir memenuhi panggilan penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) besok, Kamis (12/3). Dia bakal diperiksa kasus korupsi tata kelola minyak mentah PT Pertamina (Persero).
"Ya besok hadir," kata Ahok saat dikonfirmasi, Rabu (12/3).
Ahok Siap Bongkar Fakta
Sebelumnya, Ahok menyatakan kesiapannya untuk diperiksa oleh Kejagung. Ia menanggapi pernyataan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Dirdik Jampidsus) Abdul Qohar yang sedang mendalami kasus ini.
"Saya siap, saya senang membantu," ujar Ahok dalam wawancara dengan Liputan6 SCTV, Jumat (28/2).
Ahok juga menyoroti lemahnya pengawasan di Pertamina yang memungkinkan terjadinya praktik ilegal dalam pengelolaan minyak.
"Kalau pemasoknya mencampur ini permainan bajingan lah, kenapa lo terima?" katanya.
Lebih lanjut, Ahok menegaskan bahwa insinyur-insinyur Pertamina seharusnya bisa melakukan pengujian sejak awal, bukan setelah minyak tiba di Tanjung Priok.
"Kita punya insinyur-insinyur, bisa ngetes dong. Masak minyak masuk kapal baru dites di Tanjung Priok? Kalau gitu semua pecat aja," tegasnya.
Ahok Tantang Sidang Terbuka
Ahok menegaskan, dirinya tidak gentar diperiksa oleh Kejagung. Ia bahkan mengaku memiliki rekaman rapat saat masih menjabat di Pertamina dan menantang agar persidangan dilakukan secara terbuka.
"Gue sudah ngomong kok, makanya saya senang kalau jaksa mau panggil. Saya punya rekaman rapat suara semua. Saya cuma minta Pak Jaksa, sidang terbuka di republik ini," ujar Ahok.
"Saya ingin seluruh rakyat Indonesia mendengar apa yang terjadi di Pertamina, kenapa saya marah-marah di sana," tambahnya.
Sembilan Tersangka
Kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang di PT Pertamina (Persero) ini mengakibatkan kerugian negara mencapai Rp193,7 triliun. Kejagung telah menetapkan sembilan tersangka, terdiri dari enam pejabat anak perusahaan Pertamina dan tiga pihak swasta.
Direktur Penyidikan Jampidsus, Abdul Qohar, mengungkapkan bahwa Pertamina Patra Niaga diduga mengimpor minyak mentah RON 90 (Pertalite) dan mencampurnya dengan RON 92 (Pertamax) untuk dipasarkan dengan harga lebih tinggi.
"Jadi hasil penyidikan menunjukkan ada RON 90 atau di bawahnya, seperti RON 88, yang di-blending dengan RON 92 dan dipasarkan dengan harga RON 92," kata Qohar dalam konferensi pers pada Rabu, 26 Februari 2025.
Kejagung masih enggan mengungkap asal minyak mentah yang diimpor dalam praktik ini. "Itu banyak, saya enggak bisa satu per satu, karena ada ribuan kali transaksi selama lima tahun," ungkapnya.
Qohar juga membantah klaim Pertamina Patra Niaga yang menyebut tidak ada praktik pengoplosan. "Penyidik menemukan fakta yang berbeda. Ada RON 90 atau di bawahnya yang di-blending dengan RON 92. Jadi ini bukan seperti yang mereka klaim," tegasnya.
Kejagung memastikan bahwa penyidikan kasus ini akan terus berlanjut berdasarkan alat bukti yang kuat.