Strategi Menkeu Sri Mulyani jaga daya beli masyarakat RI
Merdeka.com - Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengatakan pemerintah selalu mengevaluasi secara teliti terkait pertumbuhan daya beli masyarakat di semua segmen. Sepanjang 2017, katanya, daya beli masyarakat mengalami pertumbuhan yang positif.
"Konsumsi masyarakat masih positif. Memang pertumbuhan pendapatan kelompok yang 40 persen sampai dengan 80 persen dibandingkan tahun 2017 tumbuh sekitar 5,7 tapi tahun sebelumnya, lebih tinggi sekitar 8 persen, tapi masih positif naik," ungkapnya di DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (4/10).
Pemerintah pun selalu berupaya agar daya beli masyarakat tetap terjaga. Salah satunya dengan menjaga stabilitas harga, sebab menurut dia, harga memberikan dampak langsung pada daya beli masyarakat.
"Dari sisi Pemerintah kita jaga stabilitas harga harga karena itu akan mempengaruhi secara langsung dari daya beli masyarakat. Jadi presiden melihat semua informasi ini dari sisi pertumbuhan konsumsi masyarakat, kami kaji secara teliti," jelasnya.
Sementara itu, dia pun mengatakan perbaikan daya beli masyarakat juga dapat dilihat dengan mengacu pada penerimaan negara dari Pajak Pertambahan Nilai (PPN), yang mana mengalami pertumbuhan positif.
"Kalau dari sisi pertumbuhan penerimaan pajak yang berasal dari PPN menunjukkan semua sektor menunjukkan kegiatan yang positif. Artinya penerimaan perpajakan PPN dari semua sektor itu meningkat. Artinya sektor produksi mulai menunjukkan adanya kegiatan yang positif," jelas Sri Mulyani.
Pertumbuhan positif di sektor produksi ini tentu akan menggairahkan kembali roda perekonomian masyarakat yang ditandai dengan makin tersedianya kesempatan kerja serta juga kenaikan upah.
"Dan sektor produksi yang positif kita harapkan masyarakat terserap, kesempatan kerjanya meningkat seperti yang terlihat dalam statistik kesempatan kerja tercipta juga kenaikan dari sisi upah. Tentu itu akan meningkatkan daya beli," tegasnya.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya