Sebelum ikuti pilpres, Trump jual seluruh saham di 100 perusahaan

Trump memiliki saham di 100 secara individu termasuk Apple, Microsoft, Pepsi dan GE. Dia juga memegang saham di Boeing.

Saugy Riyandi
Oleh Saugy Riyandi - Reporter
Sebelum ikuti pilpres, Trump jual seluruh saham di 100 perusahaan
Donald Trump. REUTERS

Presiden Amerika Serikat terpilih Donald Trump telah menjual seluruh sahamnya pada Juni 2016 lalu. Trump memiliki saham lebih dari 100 emiten yang tercatat di bursa efek New York.

"Dia menjual semua kepemilikannya," ujar Juru Bicara Trump Jason Miller seperti dilansir CNN, Rabu (7/12).

Hal ini terbukti, pada 1 Juli 2016, saham AS mengalami kenaikan hampir lima persen. Secara hukum, Trump tidak diwajibkan untuk menyerahkan dokumen lainnya hingga Mei 2018 sesuai peraturan negara tersebut.

Namun, semua presiden lainnya telah secara sukarela mengungkapkan kepemilikan harta di tahun pertama sejak Undang-Undang Pemerintah disahkan pada 1978 usai skandal Nixon.

Trump telah mencampurkan politik dan bisnis di negara tersebut. Banyak yang memintanya untuk menyerahkan seluruh bisnisnya guna persiapan berkantor di Gedung Putih.

"Kami tidak benar-benar tahu dalam apa yang dia, dan tidak diinvestasikan. Saya tidak berpikir ada orang yang dimaksud jenis-jenis konflik untuk presiden," ujar Executive Director of the Revolving Door Project Jeff Hauser.

Trump memiliki saham di 100 secara individu termasuk Apple, Microsoft, Pepsi dan GE. Dia juga memegang saham di Boeing (BA).

Kepemilikan saham Trump tak lebih hanya USD 10 juta. Dia juga melaporkan lebih dari USD 80 juta diinvestasikan di dana hedging.

Trump pun berjanji akan menyerahkan seluruh perusahaannya ke anak-anaknya usai terpilih menjadi presiden AS.

Rekomendasi