Pengusaha: Tak Ada Impor Jagung, Harga Pakan Ternak Bisa Rp8.000, Peternak Semaput

Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Jawa Timur, Hidayatur Rahman, mengapresiasi langkah pemerintah yang telah melakukan impor jagung sebanyak 100.000 ton. Sebab, apabila itu tidak dilakukan para peternak mandiri semakin tercekik akibat tingginya harga pakan jagung.

Dwi Aditya Putra
Oleh Dwi Aditya Putra - Reporter
Pengusaha: Tak Ada Impor Jagung, Harga Pakan Ternak Bisa Rp8.000, Peternak Semaput
Ilustrasi impor jagung. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/Maks Narodenko

Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Jawa Timur, Hidayatur Rahman, mengapresiasi langkah pemerintah yang telah melakukan impor jagung sebanyak 100.000 ton. Sebab, apabila itu tidak dilakukan para peternak mandiri semakin tercekik akibat tingginya harga pakan jagung.

"Ini sinyalnya positif. Karena kalau tidak, ini pasti bisa tembus Rp 8.000 per kilogram kalau ini tidak ada impor. Dampaknya peternak semaput," katanya saat dijumpai di Kabupaten Blitar, seperti ditulis Jumat (15/12).

Menurutnya, dengan kondisi harga yang saat ini mencapai hampir Rp 6.000 per kilogram saja banyak para peternak menjerit. Apalagi, harga tersebut naik dari harga normal yakni dikisaran Rp 4.000 per kilogram.

"Jadi peternak akan mengalami kerugian yang sangat besar, dengan harga Rp 5.800 sekarang saja jagung tidak tersedia dan boleh dibilang kita beli naikin 50 kalau tak naikin tidak dapat barang ditaikin terus ini," jelasnya.

Oleh karenanya, dirinya berterimakasih banyak kepada pemerintah yang telah memutuskan melakukan impor jagung. Sebab, apabila tidak ada impor para peternak tidak mengetahui bakal dapat jagung dari mana. Sedangkan awal tahun tidak lagi masa panen, belum lagi faktor cuaca sedang musim hujan. "Nah itu pasti menjadi malapetaka bagi peternak," imbuhnya.

Diketahui, Pemerintah Jokowi-JK memutuskan untuk melakukan impor jagung pakan ternak sebanyak 50.000 ton hingga 100.000 ton pada akhir 2018. Hasil impor jagung ini dilakukan untuk menjaga kebutuhan para peternak mandiri.

Rekomendasi