Pakde Karwo: Warga Jawa Timur tak suka daging kerbau, apalagi jeroan

"Penduduk Jawa Timur sukanya daging sapi."

Siti Nur Azzura
Oleh Siti Nur Azzura - Reporter
Pakde Karwo: Warga Jawa Timur tak suka daging kerbau, apalagi jeroan
Jeroan asal Australia. Syifa©2016 Merdeka.com

Pemerintah Jokowi-JK akan mengimpor daging kerbau beku tanpa tulang dan jeroan sapi guna menekan tingginya harga daging sapi. Namun, langkah ini banyak ditolak lantaran tidak sesuai dengan selera konsumsi masyarakat, salah satunya warga di Jawa Timur.

Gubernur Jawa Timur, Soekarwo mengatakan, warga Jawa Timur tidak biasa memakan daging kerbau memiliki serat yang kasar dan agak besar sehingga memicu daging tersangkut di sela gigi. Sedangkan dengan mengonsumsi jeroan justru akan menimbulkan penyakit.

"Penduduk Jawa Timur sukanya daging sapi, kerbau apalagi jeroan tidak bisa masuk. Sebab daging kerja seratnya besar, bikin selilitan. Sedangkan jeroan bikin saluran darah tertutup di leher karena ada plak atau kerak," kata Soekarwo di Jakarta, Kamis (21/7).

Dengan demikian, pihaknya membuat surat edaran larangan impor daging kerbau maupun jeroan masuk ke wilayahnya, mengingat stok sapi di Jawa Timur masih mencukupi. Dia mencatat, populasi sapi di Jawa Timur mencapai 4,3 juta ekor sapi dengan kelahiran sebanyak 1,05 juta ekor sapi per tahun.

Akibatnya, harga daging sapi stabil di kisaran Rp 107 ribu-Rp 110 ribu per kilogram (kg), dan daging tetelan khusus rawon dihargai Rp 85 ribu per kg, daging sapi kualitas sedang dan rendah masing-masing sebesar Rp 100 ribu dan Rp 95 ribu per kg.

"Yang kita perlukan 550 ribu ekor sapi per tahun, itu pun masih surplus besar sekitar 500 ribu ekor. Kita tidak perlu impor karena kita itu wilayah produsen sapi," imbuhnya.

Rekomendasi