Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno meminta dukungan berbagai pihak, untuk menyukseskan program wisata vaksin di Bali. Promosi wisata vaksin bertujuan untuk meningkatkan gairah industri pariwisata di Pulau Dewata yang mengalami mati suri akibat dampak pandemi Covid-19.
"Ini (paket wisata vaksin) akan meningkatkan kualitas length of stay dan quality of spending," jelasnya dalam Talkshow bertajuk Menata Wisata Daerah Menuju Pemulihan, Selasa (29/6).
Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut menyatakan, program wisata vaksin di Bali sengaja diluncurkan untuk memberikan nilai tambah dari kegiatan berlibur sambil tetap bekerja atau beraktivitas secara normal. Seperti Work From Bali ataupun Study From Bali sebagaimana yang digencarkan oleh pemerintah.
"Kami baru saja meluncurkan dan mohon dukungan dari rekan-rekan, terutama di media mengenai wisata vaksin yang diluncurkan pak Gubernur Bali kemarin," terangnya.
Advertisement
Konsep Paket Wisata Gratis Vaksin
Sebelumnya, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) terus mempromosikan program wisata plus gratis vaksin Covid-19 ke Bali. Paket ini ditawarkan untuk wisatawan domestik yang ingin berlibur maupun bekerja selama 14 hari di Pulau Dewata.
Paket wisata vaksin di Bali ini ditawarkan mulai dari harga Rp 4,1 juta per satu orang. Ongkos tersebut sudah termasuk vaksin Sinovac untuk dua kali suntikan, namun belum termasuk tiket pesawat.
"Jadi konsepnya 14 hari 13 malam, harganya mulai dari Rp 4,1 juta. Ini sudah termasuk dua kali vaksin dan tentunya fasilitas-fasilitas lain," jelas Direktur Utama TX Travel Anton Thedy dalam sesi teleconference, Senin (28/6).
Anton menyebutkan, pihaknya telah mengerahkan 256 kantor cabang dan 12 ribu reseller di seluruh Indonesia untuk mempromosikan paket wisata plus vaksin gratis ke Bali. "Kami juga akan tambah-tambahkan produk-produknya, bukan cuman yang sekarang ada saja. Kami sudah mencoba beberapa lokasi seperti ke daerah Ubud, begitu juga ke daerah lain. Banyak sekali yang kita bisa kembangkan bersama-sama," tuturnya.
"Poin yang paling penting dari wisata vaksin ini adalah bagaimana menambah length of stay yang mungkin sekarang rata-rata seminggu bisa jadi dua minggu," tegas Anton.