Nilai tukar Rupiah hari ini ditutup melemah ke level Rp14.442 per USD dari penutupan sebelumnya di level Rp14.419 per USD. Dalam perdagangan besok, mata uang Rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp14.430 hingga Rp14.480 per USD.
Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim mengatakan, data internal cukup stabil, namun pemerintah dan Bank Indonesia (BI) terus memantau ketat pergerakan nilai tukar Rupiah dalam beberapa hari terakhir yang terus melemah terhadap USD.
"Pelemahan ini murni dipengaruhi oleh faktor global, khususnya penyebaran varian baru covid-19 Omicron dan kebijakan bank sentral AS (The Fed)," kata Ibrahim, Jakarta, Senin (6/12).
Arah kebijakan bank sentral AS federal reserve (The Fed) cenderung hawkish, artinya ada kemungkinan tapering dipercepat dari rencana sebelumnya. Hal ini sebagai bentuk respons perekonomian dalam negeri AS.
Meski demikian, pelemahan nilai tukar Rupiah masih terjaga dibandingkan dengan negara berkembang lainnya. BI terus berada di pasar dan menjamin ketersediaan valuta asing untuk mencukupi kebutuhan investor.
"Sehingga nilai tukar rupiah akan dijaga sesuai level fundamental," kata Ibrahim.
Selain itu, Bank Indonesia terus berupaya untuk menstabilkan mata uang Garuda yang dalam bulan-bulan terakhir ini masih cukup stabil tidak jauh dari Rp14.500, mengendalikan inflasi dan melakukan koordinasi dengan Pemerintah termasuk OJK dan LPS untuk menentukan bauran kebijakan demi menjaga kedaulatan ekonomi.
"Salah satu bauran kebijakan yang sudah di jalankan adalah penurunan suku bunga dan menjaga inflasi agar tetap rendah dan terkendali," jelasnya.