PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menurunkan nilai investasi kereta cepat Jakarta-Bandung. Dari semula sebesar USD 5,5 miliar menjadi USD5,13 miliar.
"Dulu kan kami hitung dari Halim Perdanakusuma sampai Bandung. Tapi sekarang kan mulai dari Halim kurang 8 kilometer," ujar Direktur Utama PT KCIC Hanggoro Budi Wiryawan saat penandatangan konsesi kereta cepat di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Rabu (16/3).
Dia melanjutkan, pemangkasan investasi tersebut sudah memerhitungkan pembebasan tanah untuk proyek kereta ringan atau light rail transit (LRT). Dan kompensasi untuk lahan hutan produksi di Karawang yang terpakai untuk trase kereta cepat.
"Pembebasan lahan yang di Halim masih dibicarakan, dimediasi oleh Kementerian Pertahanan. Kami harap segera ada solusi," ungkapnya.
Hanggoro berkomitmen mengakselerasi pembangunan kereta cepat. Ditargetkan, kereta cepat bisa beroperasi selambatnya 2019.
"Dengan ditandatanginya perjanjian konsensi ini, merupakan era baru transportasi terutama di bidang perkeretaapian, karena transportasi kereta cepat ini merupakan hal baru dalam transportasi di Indonesia."
Saat ini, KCIC tengah menjajaki kerja sama dengan industri rolling stock di Jawa Barat.