Kementan benarkan izin impor 800 ton beras Vietnam bermasalah

Jika sampai lolos, beras bermasalah itu bisa merusak harga padi lokal.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Kementan benarkan izin impor 800 ton beras Vietnam bermasalah
sidak beras impor di pelabuhan tanjung priok. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Pemerintah mengeluarkan fakta baru mengenai kasus impor beras Vietnam yang silih berganti muncul akhir tahun lalu. Tak lama setelah kasus 16.900 ton beras asal Vietnam dinilai tak melanggar aturan, muncul urusan baru pada 800 ton impor beras premium jenis Thai Hom Mali.Menurut Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Kementerian Pertanian, Emilia Harahap, impor beras jenis Thai Hom Mali seharusnya berasal dari Thailand bukan dari Vietnam.Jenis beras tertentu yang direkomendasikan rupanya tak sesuai dengan realisasi di lapangan. "Itu memang dokumennya itu masih mencakup kalimat Thai Hom mali. Tapi realisasinya begini (dari Vietnam). Sekarang kita masih tunggu hasil lab apakah itu Thai Hom Mali apa tidak," ucap Emilia di kantornya, Jumat (14/2).Emilia mengatakan, pemerintah memang masih melakukan impor beras tapi hanya beras tipe tertentu atau beras khusus. Setidaknya ada enam jenis beras tipe tertentu yang masih diimpor antara lain Beras Thai Hom Mali, Beras Japonica, Beras Basmati, Beras pecah 100 persen, Beras Ketan Pecah 100 persen, Beras Ketan Utuh serta Beras Kukus/setengah matang."Ini beras keperluan tertentu. Beras Thai Hom Mali sudah dipatenkan di Thailand, di protek dan hanya ada di Thailand sendiri. Pemakainya itu restoran Jepang dan Korea," jelasnya.Impor beras tertentu ini juga ditentukan oleh Kelompok Kerja (Pokja) lintas kementerian. Ketua harian Pokja ini adalah Menteri Pertanian Suswono. Kementan bersyukur Bea Cukai sudah menahan 800 ton beras premium yang bermasalah dengan izinnya itu. Sebab, kabarnya harga beras "Kita ada Pokja Perberasan dan aturan main sampai ke lapangan tidak akan ada distorsi harga. Beras Vietnam kemarin masih di tahan. Kalau Thai Hom Mali harganya Rp 6.000 per kilogram, sebenarnya bisa goyang karena harga ini. Tapi beras kemarin sudah ditahan," tutupnya.

Rekomendasi