Kemenpar gandeng KKP kembangkan wisata bahari di Indonesia

Kementerian Pariwisata bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bekerja sama dalam pengembangan wisata bahari Indonesia. Melalui kesepakatan ini, diharapkan dapat meningkatkan devisa negara dari sektor wisata bahari.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kemenpar gandeng KKP kembangkan wisata bahari di Indonesia
Primadona wisata bahari, keindahan bawah Laut Alor. ©2015 Merdeka.com

Kementerian Pariwisata bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bekerja sama dalam pengembangan wisata bahari Indonesia. Melalui kesepakatan ini, diharapkan dapat meningkatkan devisa negara dari sektor wisata bahari.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan laut dan pantai Indonesia sangat berpotensi untuk menyumbang peningkatan pendapatan negara. Selain itu, selama ini Indonesia sudah terlalu lama memunggungi sektor lautan dari segi pariwisata.

"Benar bahwa kita sudah terlalu lama memunggungi lautan. Kami laporkan kepada Ibu Menteri, wisata bahari kita kontribusinya hanya 10 persen dari pendapatan devisa kita. Wisata bahari hanya menyumbang USD 1 miliar," ujar Arief di gedung KKP, Jakarta, Selasa (7/2).

Arief mengatakan untuk mendorong hal tersebut pemerintah akan melakukan beberapa program. Salah satunya dengan memberikan bimbingan terhadap nelayan mengenai pentingnya wisata bahari.

"Nelayan kita kalau kita biarkan hanya menjual ikan sebagai komoditi kemungkinan kesejahteraan nelayan kita tidak terlalu bagus. Untuk mengarahkan nelayan kita yang tadinya nelayan tangkap dan budidaya kita ubah ke services," ungkap Arief.

Dengan kerja sama ini, diharapkan dapat meningkatkan pendapatan negara pada tahun 2019, proyeksi kontribusi wisata bahari yang sebelumnya hanya 10 persen diharapkan meningkat menjadi 20 persen atau USD 4 miliar.

"Ini bukan angka yang kecil dan tidak mungkin dengan cara yang biasa untuk dapat mewujudkannya," pungkasnya.

Rekomendasi