Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

IHSG Anjlok 5 Persen Sejak Awal Pembukaan, BEI Bekukan Perdagangan Saham

IHSG Anjlok 5 Persen Sejak Awal Pembukaan, BEI Bekukan Perdagangan Saham IHSG di BEI. ©2018 Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali melakukan pembekuan perdagangan saham. Pembekuan tersebut dilakukan karena adanya penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pukul 10:20:48 waktu JATS.

"Dengan ini kami menginformasikan bahwa pada hari ini, Senin, 30 Maret 2020 telah terjadi pembekuan sementara perdagangan (trading halt) pada sistem perdagangan di Bursa Efek Indonesia pada pukul 10:20:48 waktu JATS," ujar Sekretaris Perusahaan BEI, Yulianto Aji Sadono.

Yulianto mengatakan, penurunan IHSG terjadi beberapa saat usai pembukaan perdagangan. Adapun penurunan IHSG terjadi mencapai 5 persen, sehingga bursa saham harus menahan perdagangan selama 30 menit.

Pembekuan ini dilakukan sesuai dengan Surat Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia Nomor: Kep-00024/BEI/03-2020 tanggal 10 Maret 2020 perihal Perubahan Panduan Penanganan Kelangsungan Perdagangan di Bursa Efek Indonesia dalam Kondisi Darurat.

"Perdagangan akan dilanjutkan pukul 10:50:48 waktu JATS tanpa ada perubahan jadwal perdagangan," tandasnya.

OJK Sebut Penurunan IHSG Imbas Virus Corona Turut Terjadi di Pasar Modal Dunia

penurunan ihsg imbas virus corona turut terjadi di pasar modal duniaRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membeberkan beberapa faktor penyebab Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat beberapa waktu terakhir. Salah satunya adalah isu mengenai virus corona.

Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II OJK, Fakhri Hilmi, mengatakan adanya virus corona ini tidak hanya membuat pasar modal Indonesia terimbas, namun hampir seluruh pasar modal dunia ikut terdampak. Hal ini bisa terlihat dari penurunan IHSG secara signifikan.

"Kondisi pasar modal di seluruh dunia mengalami tekanan yang cukup berat, pertama karena pandemik corona yang terjadi di seluruh dunia. Jadi, ini luar biasa pandemik corona ini sehingga semua aspek ekonomi terkena," kata dia Padang, Sumatera Barat, Jumat (13/3).

Tidak hanya virus corona, isu global lain yang membuat tekanan terhadap IHSG adalah perang harga minyak mentah antara Arab Saudi dan Iran. Di tambah lagi, sentimen Amerika Serikat yang telah memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan sebagai upaya menangkal dampak virus asal China itu.

"Dalam satu minggu kurang, mereka (AS) sudah cut 50 basis poin dan tidak berhasil (menahan pelemahan indeks), sampai sekarang indeks masih tertekan," kata dia.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP