Harga Minyak Goreng Mahal, Daya Beli Masyarakat Kelas Bawah Terganggu

Di tingkat rumah tangga, kenaikan harga minyak goreng ini menimbulkan dua kemungkinan. Mengurangi konsumsi minyak goreng atau tetap membeli minyak goreng tetapi mengurangi belanja yang lain.

Anisyah Al Faqir
Oleh Anisyah Al Faqir - Reporter
Harga Minyak Goreng Mahal, Daya Beli Masyarakat Kelas Bawah Terganggu
Minyak Goreng Curah. ©2012 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Mahalnya harga minyak goreng sejak tahun lalu dinilai bisa mengganggu daya beli masyarakat. Bahkan, kondisi ini terjadi ketika inflasi mulai naik, namun tidak diikuti kenaikan pendapatan masyarakat. Terutama bagi masyarakat kelas menengah bawah yang masih terdampak pandemi Covid-19.

"Daya beli masyarakat khususnya kelas menengah bawah yang selama ini terdampak pandemi mengalami tekanan yang sangat berat," kata Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira saat dihubungi merdeka.com, Jakarta, Rabu (5/1).

Berdasarkan Pusat Informasi Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, per 4 Januari harga minyak goreng kemasan bermerek dibanderol Rp20.800 per Kg, harga minyak goreng curah Rp18.550 per Kg. Kenaikan harga minyak goreng juga bisa memengaruhi berbagai sektor lain, seperti sektor makanan-minuman, ritel, pedagang kecil hingga di tingkat rumah tangga.

Rekomendasi