Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ekonomi tertinggal jauh, alasan investor enggan masuk ke Papua

Ekonomi tertinggal jauh, alasan investor enggan masuk ke Papua Jokowi di Papua. ©Setpres RI

Merdeka.com - Dibanding kawasan barat, wilayah Indonesia bagian timur masih jauh tertinggal. Baik dari sisi ketersediaan infrastruktur, perekonomian, kesejahteraan, dan lainnya. Tidak heran, kawasan ini tidak menarik di mata investor.

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengakui kawasan Indonesia Timur terutama Papua menjadi kawasan yang tidak menarik bagi investor. Investasi di Papua tidak menarik karena perekonomian yang masih tertinggal dan lambannya pembangunan.

Ketua Pokja Infrastruktur Kawasan Timur Indonesia Kadin Ikhwanuddin mengatakan investasi yang selama ini masuk ke Papua didominasi uang pemerintah sendiri.

"80 persen investasi di Indonesia Timur itu masih berasal dari pemerintah," kata Ikhwanuddin di Menara Kadin, Jakarta, Kamis (8/1).

Investor juga tak tertarik masuk ke Papua karena masalah perizinan berbelit. Karena itu, percepatan perizinan menjadi salah satu kunci untuk mendorong investasi sekaligus pembangunan di Indonesia Timur.

"Makanya Pak Jokowi bilang kalau birokrasi dipermudah, perizinan di permudah sekarang ini," tambahnya.

Dia yakin, kemudahan dalam perizinan bakal mengubah cara pandang investor akan risiko investasi di Papua. Sebab, selama ini ada pemikiran bahwa investasi di Indonesia Timur memiliki risiko tinggi.

"Sekarang ini bagaimana simplikasi, jadi untuk apa dipersulit kalau dipermudah bisa, jangan sampai perizinannya terlambat, karena jika 2 tahun masih feasible tapi karena keterlambatan izin pembangunan itu tidak feasible," tutupnya. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP