Komandan Lanud (Danlanud) Soewondo, Marsma TNI Tiopan Hutapea, menyambut kepulangan 450 prajurit Satuan Tugas Republik Indonesia-Papua Nugini (Satgas RI-PNG) dari Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) di Pelabuhan Belawan, Kota Medan, Sumatera Utara, pada Minggu (19/7). Ratusan prajurit ini kembali setelah menuntaskan masa penugasan selama satu tahun di wilayah Papua.
Upacara penyambutan ini menandai berakhirnya misi penting para prajurit dalam menjaga kedaulatan dan keamanan di daerah perbatasan. Mereka tiba di Medan menggunakan KRI Teluk Bintuni-520, setelah menjalankan tugas-tugas strategis di berbagai lokasi terpencil di Papua.
Marsma TNI Tiopan Hutapea mengungkapkan rasa bangganya atas dedikasi dan keberhasilan para prajurit. Kepulangan mereka dalam keadaan aman dan lancar menjadi bukti profesionalisme Korpasgat dalam menjalankan setiap penugasan negara.
Advertisement
Advertisement
Misi Pengamanan Landasan Udara dan Wilayah Perbatasan
Selama bertugas di Papua, 450 prajurit Satgas RI-PNG memiliki peran krusial dalam memastikan operasional landasan pesawat di daerah terpencil tetap aman. Mereka bertanggung jawab untuk menjaga kelancaran aktivitas penerbangan dari gangguan pihak yang tidak bertanggung jawab, yang sangat vital bagi konektivitas dan ekonomi lokal.
Daerah-daerah seperti Timika, Ilaga, Nabire, Moanemani, Wamena, Mulia, Enarotali, dan Oksibil menjadi fokus utama pengamanan mereka. Kehadiran prajurit Korpasgat di lokasi-lokasi ini memastikan kegiatan ekonomi dapat terus berjalan tanpa hambatan, sekaligus menjaga kedaulatan teritorial di sekelilingnya.
Para prajurit yang kembali ini berasal dari tiga batalyon berbeda, menunjukkan sinergi kekuatan Korpasgat. Mereka adalah personel dari Batalyon 466 Pontianak, Batalyon 463 Korpasgat Medan, dan Batalyon Komando 462 Pekanbaru.
Advertisement
Advertisement
Kontribusi Sosial dan Edukasi untuk Masyarakat Papua
Selain tugas utama pengamanan, prajurit Satgas RI-PNG juga aktif terlibat dalam kegiatan sosial dan edukasi bagi masyarakat setempat. Dansektor 3 Korpasgat, Kapten Pas Evan Melsan Worabay, menjelaskan bahwa misi mereka berjalan lancar, termasuk dalam pengendalian operasi pangkalan udara di berbagai bandara.
Prajurit Korpasgat juga melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat di daerah penugasan dengan memberikan edukasi yang bermanfaat. Program edukasi ini mencakup peningkatan ilmu pengetahuan di bidang kesehatan dan perekonomian, bertujuan untuk memberdayakan masyarakat Papua.
Upaya ini menunjukkan komitmen TNI tidak hanya dalam aspek militer, tetapi juga dalam pembangunan sosial dan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan seperti ini sangat penting untuk membangun hubungan baik antara aparat keamanan dan warga, serta mendukung kemajuan daerah.
Advertisement
Sumber: AntaraNews