Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah menjelang akhir pekan ini. Anjloknya IHSG bertepatan dengan keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menetatpkan pemberlakuan tarif sebesar USD 60 miliar terhadap produk asal China. Ini menjadi sentimen negatif di bursa saham termasuk Indonesia.
Pada penutupan sesi pertama perdagangan saham, Jumat (23/3), IHSG melemah 107,88 poin atau 1,73 persen ke posisi 6.146.19. Indeks saham LQ45 tergelincir 2,2 persen ke posisi 1.004,10. Seluruh indeks saham acuan kompak melemah.
IHSG sempat berada di level tertinggi 6.156,73 dan terendah 6.085,20. Sebanyak 273 saham melemah sehingga menekan IHSG. 95 saham diam di tempat dan 73 saham menguat.
Transaksi perdagangan saham cukup ramai dengan total frekuensi perdagangan saham 185.262 kali dengan volume perdagangan 6 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 3,7 triliun. Investor asing jual saham senilai Rp 360,16 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) di kisaran Rp 13.782.
Seluruh sektor saham melemah. Sektor saham barang konsumsi turun 2,24 persen, dan catatkan penurunan terbesar. Disusul sektor saham manufaktur tergelincir 2,02 persen dan sektor saham industri dasar susut 1,92 persen.
Meski IHSG tertekan, sejumlah saham catatkan penguatan. Saham-saham itu antara lain saham OASA naik 24,35 persen ke posisi Rp 286 per saham, saham TAXI melonjak 13,98 persen ke posisi Rp 212 per saham, dan saham IKAI menanjak 11,61 persen ke posisi Rp 500 per saham.
Sedangkan saham-saham yang tertekan antara lain saham BBLD melemah 22,39 persen ke posisi Rp 454 per saham, saham RELI merosot 20,13 persen ke posisi Rp 254 dan saham PSDN susut 16,83 persen ke posisi Rp 420 per saham.
Bursa Asia pun kompak tertekan. Indeks saham Hong Kong Hang Seng melemah 2,89 persen, indeks saham Korea Selatan Kospi turun 2,54 persen, indeks saham Jepang Nikkei tergelincir 4,31 persen, dan catatkan penurunan terbesar, indeks saham Shanghai merosot 3,71 persen. Kemudian indeks saham Singapura melemah 2,26 persen dan indeks saham Taiwan tergelincir 1,72 persen. Aksi Donald Trump memicu perang dagang menekan IHSG dan bursa Asia.
Reporter:Agustina Melani
Sumber: Liputan6.com