Cerita produk timbangan tradisional asal Solo diburu konsumen

"Permintaan konsumen 600 unit per bulan. Kami mengirim timbangan produk ini ke tingkat distributor Surabaya. Timbangan baru dikirim ke berbagai daerah di Indonesia," kata Roni.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Cerita produk timbangan tradisional asal Solo diburu konsumen
Ilustrasi timbangan badan. ©Shutterstock/Yuri Arcurs

Produk industri timbangan tradisional berbahan baku besi cor dari Kelurahan Kerten, Kota Solo, Jawa Tengah, hingga saat ini masih banyak diminati konsumen dari berbagai daerah.

Roni (42), seorang perajin timbangan tradisional dari Kerten RT 03 RW 11 Kecamatan Laweyan, Kota Solo mengatakan, banyak konsumen produk industrinya tersebut, terutama dari daerah pesisir Pulau Jawa, Kalimantan, dan bahkan hingga Sulawesi.

Dia mengaku industrinya itu melanjutkan usaha orang tuanya sejak 1982. Industri timbangan itu merupakan usaha keluarga secara turun temurun hingga sekarang dengan produksi yang masih stabil dan mampu memenuhi permintaan pasar.

"Permintaan konsumen 600 unit per bulan. Kami mengirim timbangan produk ini ke tingkat distributor Surabaya. Timbangan baru dikirim ke berbagai daerah di Indonesia," kata Roni yang meneruskan usaha orang tuanya itu sejak 2016 hingga sekarang.

Untuk mendukung usaha industrinya itu, dia memiliki 10 tenaga kerja dengan kemampuan produksi rata-rata mencapai 1.000 unit per bulan.

Menyinggung soal bahan baku besi cor, Roni menjelaskan cukup mudah diperoleh dengan mendatangkan dari industri logam cor Batur, Klaten. "Kami tinggal merakit dan melakukan 'finishing'," ujar dia.

Roni menjelaskan tentang proses produksinya, di mana setelah dirakit timbangan kemudian dicek atau ditera oleh petugas UPT Metrologi Solo untuk mengetahui keakuratan timbangan.

Jika sudah ditera, katanya, kemudian masuk tahap akhir dengan memberikan warna, dan selanjutnya dikemas untuk dikirim ke konsumen melalui distributor.

Dia mengatakan produk timbangan tradisionalnya dipasok kepada pihak distributor dengan harga Rp 270 ribu per unit atau mengalami kenaikan dari sebelumnya Rp 250 ribu.

"Kenaikkan harga timbangan ini dampak dari harga besi cor naik yang kini mencapai Rp 30.000 per kilogram. Satu unit timbangan rata-rata berat mencapai 7,5 kilogram besi cor," kata Roni.

Karto (55), salah satu perajin lainnya mengaku bekerja di industri timbangan tradisional di Solo itu sudah selama 25 tahun terakhir.

"Saya dulu ikut bapaknya, dan kini industri timbangan dilanjutkan oleh putranya," katanya.

Rekomendasi