Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Banyak daerah krisis listrik, data elektrifikasi tak dipercaya

Banyak daerah krisis listrik, data elektrifikasi tak dipercaya Ilustrasi PLN. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Wakil Ketua Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Satya W Yudha merasa tidak percaya dengan data rasio elektrifikasi yang disampaikan Ditjen Ketenagalistrikan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Pasalnya, saat ini, Yudha melihat masih banyak daerah krisis listrik khususnya di Indonesia Timur.

Yudha meminta kepada Kementerian ESDM untuk membuka model dan cara perhitungan rasio elektrifikasi di tiap wilayah.

"Kami ingin mengetahui seperti apa model perhitungan rasio elektrifikasi yang digunakan. Sebab, ini masih belum jelas data yang dilaporkan dengan yang didapat di lapangan," tutur Satya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (21/1).

Dari laporan yang disampaikan pemerintah, rasio elektrifikasi di salah satu wilayah yakni Maluku telah mencapai 80 persen. Namun, hasil ini berbanding terbalik dari laporan di lapangan yang di beberapa titik masih terjadi pemadaman dan bahkan belum teraliri listrik.

"Karena itu apakah model perhitungannya menggunakan kepala rumah tangga, atau berdasarkan jumlah rumah? Supaya jelas standar perhitungannya," tegasnya.

Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jarman menyebutkan, model perhitungan rasio elektrifikasi tiap wilayah dihitung berdasarkan jumlah kepala rumah tangga. Data kepala rumah tangga ini diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) untuk kemudian dihitung ulang berdasarkan jumlah listrik yang tersambung.

"Jadi jumlah penduduk dibagi data BPS mengenai kepala rumah tangga untuk kemudian dihitung berdasarkan jumlah listrik yang tersambung. Dari situ keluar angka rasio elektrifikasi," tutupnya.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP