Presiden Joko Widodo menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 44 Tahun 2019 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke dalam Modal Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). Penambahan modal ini dilakukan untuk mendukung program ekspor nasional melalui pembiayaan ekspor nasional termasuk penugasan khusus.
Penambahan penyertaan modal negara sebagaimana dimaksud, menurut PP ini, bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2019.
"Nilai penambahan penyertaan modal negara sebagaimana dimaksud sebesar Rp 2,5 triliun, yang terdiri atas Rp 1,5 triliun digunakan untuk meningkatkan kapasitas usaha dan Rp 1 triliun digunakan untuk melaksanakan penugasan Khusus Pemerintah kepada LPEI sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan," bunyi Pasal 2 ayat (2) PP ini.
Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan, yaitu 26 Juni 2019, oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly.
Sebelumnya, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank berupaya terus meningkatkan penyaluran pembiayaan ekspor. Tahun 2019, LPEI menargetkan penyaluran pembiayaan sebesar Rp111 triliun.
Direktur Eksekutif LPEI, Shintya Roesly mengatakan, target ini hanya tumbuh sebesar 2 persen, padahal realisasi pembiayaan 2018 tumbuh 7,8 persen menjadi Rp109,15 triliun. Meski demikian, penetapan target ini masih wajar seiring dengan langkah konsolidasi juga internalisasi mandat yang tengah dilakukan LPEI.
"Kita memang by design, kita sekarang sedang internalisasi mandat dan konsolidasi internal, memang tahun ini target Rp111 triliun. Sesuatu yang manageble saat yang sama kota mengatur bisnis," kata Shintya di Jakarta, Jumat (10/5).
Ke depan, LPEI ingin memfasilitasi aktifitas rantai suplai (supply chain). Menurutnya, ini merupakan hal baru sehingga LPEI akan mengubah strategi dan budaya agar fasilitas tersebut bisa berjalan lancar.
"Karena simply dari berpikir duit berpikir outstanding, cari margin, sekarang bagaimana kita berpikir meng-create economic dan sosial impact bagi masyarakat, di-create dari ekspor," imbuhnya.