Sebuah berita yang mengejutkan bahwa situs keagamaan lebih banyak mengandung virus atau malware dibanding situs porno. Tentunya hal ini dapat memancing reaksi beragam khususnya bagi orang-orang beragama. Namun, seperti yang diungkapkan oleh Symantec.com, situs keagamaan memiliki jumlah malware yang sangat banyak dibanding dengan situs porno.Mungkin pandangan orang-orang atau pengguna internet kebanyakan mengatakan bahwa situs porno memiliki jumlah malware lebih banyak dari situs-situs lainnya. Namun hal tersebut perlu dikaji ulang. Menurut PCmag.com, "Situs keagamaan memiliki jumlah malware tiga kali lipat dibanding situs porno."
Analisa yang dibuat oleh Symantec adalah setiap pendiri situs porno telah mendapatkan keuntungan dari pengguna internet yang mengakses situs mereka, tentu saja dari sudut pandang bisnis, apabila situs mereka tidak 'bersih' maka jumlah pengunjung akan berkurang dan berdampak terhadap penghasilan mereka.Symantec memang tidak menyebutkan secara detail, situs keagamaan seperti apa yang mengandung banyak malware, namun secara umum, Symantec hanya menyarankan untuk lebih berhati-hati ketika mengakses situs keagamaan dan disarankan untuk memproteksi perangkat elektronik yang digunakan untuk mengakses internet dengan antivirus yang handal.Perusahaan pembuat antivirus ini juga telah membuat daftar kategori situs yang berpotensi mengandung malware. Urutan pertama ditempati oleh blog/Web communications dengan perolehan 19.8 persen, kemudian website pribadi 15.6 persen, situs bisnis 10 persen, situs jual beli online 7.7 persen, dan situs pendidikan sebesar 6.9 persen. Sedangkan situs porno menempati urutan ke sepuluh yaitu hanya sebesar 2.4 persen. Menurut Neowin.net, situs keagamaan termasuk dalam kategori Web communications. Teknik yang dipakai oleh pencipta malware tersebut untuk menyerang para pengguna internet dengan cara clickjacking atau likejacking. Artinya, setiap orang yang mengakses situs dengan tingkat malware tinggi akan diarahkan ke suatu halaman atau pada layar perangkatnya akan muncul pop-up yang mengharuskan pengaksesnya mengclick pesan yang ditampilkan.Symantec juga telah menganalisa bahwa serangan melalui situs keagamaan lebih besar daripada situs porno. Kebanyakan malware akan berpura-pura menawarkan antivirus palsu atau promo seperti yang disebarkan oleh spammer. So, beware guys.