Ketika Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menaikkan tarif pengurusan surat tanda nomor kendaraan (STNK), Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) justru menurunkan tarif/biaya pendaftaran domain .ID.
Andi Budimansyah, Ketua dan Direktur Utama PANDI, mengungkapkan biaya domain apapun.ID turun 50 persen dari Rp 500 ribu menjadi Rp 250.000 per 1 Januari 2017. Domain apapun.ID adalah domain .ID tanpa tambahan ekstensi apa pun di depannya. Domain ini dirilis PANDI pada 17 Agustus 2014 yang kini menjadi domain .ID yang paling populer.
Kebijakan penurunan biaya ini sudah melalui proses internal PANDI dan menjadi rencana kerja pada tahun ini. Selain untuk mendukung program pemerintah dalam menciptakan masyarakat dan ekonomi digital di Indonesia.
"Penurunan biaya ini diharapkan bisa mendongkrak pendaftaran domain .ID sebesar 60 persen. Sehingga kami harapkan total domain .ID hingga akhir tahun ini menjadi 320.000. Bila ditambah Program Satu Juta Domain dari pemerintah, maka menjadi 1.320.000," kata Andi dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu (11/1). Hadir pula dalam kesempatan itu, Dirjen Aplikasi Telematika Kementerian Komunikasi Semmy A Pangerapan, dan Sigit Widodo, Direktur Operasional PANDI.
Selain menurunkan biaya resmi, selama periode Januari-Maret 2017, PANDI juga memberikan promo bersama dengan seluruh registrar. Yakni biaya pendaftaran domain apapun .ID di registrar PANDI ditetapkan berkisar Rp 55.000 hingga Rp 100.000. Sementara untuk perpanjangan nama domain di kisaran Rp 125.000.
"Biaya Rp 55.000-100.000 itu biaya dasar. Semoga bisa diserap oleh masyarakat," ujarnya.
Per 2016, PANDI melaporkan jumlah domain naik dari 153.006 di awal tahun menjadi 1.199.045 di akhir tahun. Lonjakan ini didorong Program Satu Juta Domain yang diinisiasi Kementerian Komunikasi dan Informatika per Mei.
Jika tanpa menghitung program satu juta domain, maka jumlah domain.ID naik 30 persen menjadi 199.045 sepanjang tahun lalu.