CEO & Founder Go-Jek Nadiem Makarim, bercerita saat dia meresmikan cabang Go-Viet – perusahaan milik Go-Jek - yang berada di Vietnam. Kala itu, acara peresmian ditandai dengan konvoi pasukan Go-Viet. Dalam konvoi tersebut, diikuti oleh puluhan driver Go-Viet yang telah bergabung.
"Awalnya yang ikut konvoi itu cuma 15 motor. Tapi selang beberapa waktu yang tak lama, jumlah yang ikut konvoi makin banyak. Mungkin 50 motor Go-Viet ikut dalam konvoi tersebut," jelasnya di kantor Pusat Go-Jek, Pasaraya, Jakarta, Rabu (15/8).
Melihat banyaknya driver yang ikut bergabung menjadi mitra Go-Viet di sana, dia mengklaim, para pengemudi dari ojek online (ojol) lain antusias berniat untuk bergabung dengannya. Hal itu ia ketahui dari banyak driver ojol kompetitor menanyakan tempat pendaftaran untuk mitra Go-Viet.
"Sampai-sampai, ojol lain itu tanya tempat pendaftaran Go-Viet dimana," kata dia.
Klaim antusiasme dari para drivernya itu, Nadiem sesumbar mengatakan telah meraih 15 persen pangsa pasar di kota Ho Chi Minh, Vietnam. Perolehan pangsa pasar 15 persen itu, diungkapkannya diraih hanya dengan waktu singkat.
"Hanya dalam waktu 10 hari, 15 persen pangsa pasar di kota Ho Chi Minh sudah kita raih," jelasnya.
Sebagaimana diketahui, Go-Jek telah mengumumkan membuka layanannya di Vietnam dan Thailand pada kuartal pertama tahun 2018. Di Vietnam sendiri, Go-Jek telah beroperasi setidaknya sudah 2 minggu lalu dengan nama Go-Viet.
Kemudian di Thailand, masih dalam proses untuk mengaspal. Di negeri Gajah Putih itu, nama Go-Jek berganti dengan Get. Nama Go-Jek yang tak digunakan di kedua negera itu, hanya agar menyesuaikan dengan pasar lokal saja.
Selain kedua negara tersebut, Go-Jek berencana membuka kantor barunya di 2 negara lain, yakni Filipina dan Singapura. Namun dari pihak Go-Jek sendiri belum bisa memastikan waktu kedua negara tersebut akan menyusul Vietnam.