Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) dalam sambutannya di Munaslub menegaskan enggan memiliki kedudukan apapun setelah lengser. Dia menyebut kedudukan hanya sebuah instrumen.Ical menyampaikan keinginannya itu dengan mengambil istilah dari Bahasa Jawa. "Saya lebih memilih 'jeneng' dibanding 'jumeneng'," kata Ical di Bali Nusa Dua Convention Centre (BNDCC), Nusa Dua, Bali, Sabtu (14/5).Artinya, kata Ical, dirinya lebih memilih menjaga nama baik bila dibanding memperoleh kedudukan. Sehingga dirinya yakin dengan para calon ketum ini."Salah lebih memilih menjaga nama baik daripada kedudukan," tegasnya.Seperti diketetahui, Dalam acara ini, hadir sejumlah elite partai politik. Seperti Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Ketum Hanura Wiranto, Sekjen PKS Mustafa Kamal, Sekjen PKPI Ramdansyah, dua ketum PPP Romahurmuziy dan Djan Faridz, Ketum NasDem Surya Paloh, Ketum Perindo Hary Tanoesoedibjo.Tak ketinggalan juga, Menkum HAM Yasonna Laoly, Ketum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, Ketua DPD RI Irman Gusman, Wakil Ketua MPR Oesman Sapta. Menteri Perdagangan, Thomas Lembong, mantan Panglima TNI Djoko Santoso, Menko Polhukam Luhut B Pandjaitan, Sekretaris Kabinet Pramono Anung.Hari kedua besok, munaslub akan memilih seorang ketua umum yang baru. 8 Bakal Caketum yang akan bertarung yakni Ade Komarudin, Setya Novanto, Airlangga Hartarto, Mahyudin, Priyo Budi Santoso, Azis Syamsuddin, Bambang Indra Utoyo dan Syahrul Yasin Limpo.Tidak ketinggalan juga, Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla hadir dalam Munaslub ini.
Tak minta kedudukan usai Munaslub, Ical lebih pilih jaga nama baik
Ical menyampaikan keinginannya itu dengan mengambil istilah dari Bahasa Jawa.
Rekomendasi