Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto bakal maju dalam pemilihan presiden 2019. Kedua tokoh ini pada tahun 2014 diketahui sempat bertarung. Jokowi menang berpasangan dengan Jusuf Kalla.
Seperti biasanya, menjelang Pilpres banyak lembaga survei mengadakan survei mengenai calon yang bakal dipilih masyarakat. Sejauh ini dari kedua calon tersebut ada 3 lembaga yang memenangkan Jokowi dan 1 mengunggulkan Prabowo.
Advertisement
Litbang Kompas
Lembaga survei Litbang Kompas merilis jika elektabilitas Jokowi mengalami kenaikan. Hasil survei menunjukkan bahwa responden yang memilih Jokowi mencapai 55,9 persen.
Sedangkan Prabowo Subianto hanya 14,1 persen responden yang memilih. Survei ini dilakukan pada 21 Maret-1 April 2018 sebelum Prabowo menyatakan siap maju sebagai calon presiden.
Advertisement
Indikator
Survei Indikator menunjukkan elektabilitas Presiden Jokowi sebagai calon presiden 2019 masih dalam posisi teratas. Di mana responden yang memilih Jokowi dalam simulasi Pilpres 2019 mencapai 51,9 persen. Sementara itu untuk lawannya yaitu Prabowo Subianto hanya mempunyai elektabilitas 19,2 persen.
Survei tersebut dilakukan pada 25-31 Maret 2018. Survei dilakukan kepada 1.200 responden yang dipilih dengan metode multistage random sampling. Margin of error dari survei +- 2,9 persen, dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
Advertisement
Poltracking
Berdasarkan survei Poltracking, Presiden Jokowi masih menjadi kandidat terkuat di bursa capres 2019. Hal tersebut terlihat apabila simulasi dua nama capres Jokowi dan Prabowo dipertemukan, maka hasilnya adalah Jokowi menang dengan 57,6 persen dibanding 33,7 persen.
Survei yang dilakukan Poltracking Indonesia ini melibatkan 1200 responden. Sedangkan surveinya dilakukan pada 27 Januari sampai 3 Februari 2018 dengan metode pengumpulan data strarified multistage random sampling. Adapun margin of error dari hasil survei ini sekitar 2,8 persen.
Advertisement
INES
Lembaga survei Indonesia Network Survei (INES) merilis hasil penelitian terbaru yang dilakukan pada 12-28 April 2018. Tak seperti lembaga lainnya, INES menempatkan calon presiden Prabowo di posisi teratas dengan capaian 50,2 persen. Sementara Presiden Jokowi hanya 27,7 persen.
Survei yang dilakukan INES, mengambil sampel sebanyak 2,180 responden, yang tersebar secara proporsional di 408 Kabupaten/Kota. Margin of error +- 2,1 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Adapun penelitian ini menggunakan angket dengan wawancara terbuka. Dengan menggunakan metode multistage random sampling.