Ketum Gerindra Prabowo Subianto bertemu dengan perwakilan ulama GNPF di kediamannya Jl Kertanegara, Jakarta Selatan, Senin (7/8) kemarin. Dalam pertemuan itu, GNPF meminta kepastian Prabowo soal dua nama cawapres yang direkomendasikan hasil ijtima ulama GNPF yakni Salim Segaf Aljufri dan Ustaz Abdul Somad.
Ketua Garda 212, Ustaz Ansufri Idrus Sambo yang hadir dalam pertemuan itu, enggan berkomentar banyak terkait hasil rapat di Kertanegara. Dia hanya bisa memastikan bahwa GNPF ingin membahas hasil ijtima ulama dengan Prabowo.
Soal apakah GNPF memberikan waktu agar Prabowo segera memberikan jawaban, Sambo enggan menjelaskan.
"Intinya GNPF dan Pak Prabowo Subianto masih membahas tentang rekomendasi ijtimak ulama," kata Sambo saat dihubungi merdeka.com, Selasa (7/8).
Sambo juga enggan bicara banyak terkait apa yang akan dilakukan GNPF jika pada akhirnya Prabowo tak memilih dua nama rekomendasi hasil ijtima ulama. Dia hanya berharap, Prabowo bisa memilih satu nama antar Salim Segaf atau Ustaz Abdul Somad.
"Kalau itu saya enggak bisa jawab," singkat dia.
Ketua Umum GNPF Ulama Yusuf Muhammad Martak belum bisa dikonfirmasi soal hasil pertemuan. Melalui sambungan telepon, Martak mengaku sedang rapat.
"Nanti telepon lagi," kata Martak.
Sementara Prabowo, usai bertemu dengan para perwakilan ulama GNPF, meminta semua pihak bersabar. Dia berusaha yang terbaik untuk bisa mengakomodir keinginan semua pihak terkait sosok cawapresnya di Pilpres 2019.
Namun, dia menegaskan, saat ini masih memerlukan waktu untuk bisa memberikan keputusan terkait siapa cawapres yang ia pilih nantinya.
"Saya sampaikan ke kawan-kawan tolonglah kasih kesempatan ke saya untuk musyawarah dan mekanisme politik di Indonesia berjalan. Ini masalahnya kita menghargai semua masukan dari mana-mana. Termasuk dari GNPF kita hargai. Tapi juga kita harus musyawarah dengan mitra politik saya," ungkap Prabowo.