Sosialisasi yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) DKI Jakarta bersama KPU Jakarta Timur tidak membuat 75 orang narapidana kepala kamar Rutan Pondok Bambu mengerti. Mereka malah bernyanyi ketika ditanya soal partai politik, maupun caleg pilihannya pada 9 April nanti.Sari, salah satu narapidana Rutan Pondok Bambu, mengaku tidak tahu menahu soal hingar bingar dunia politik."Mau pilih siapa bu" tanya petugas sosialisasi di Rutan Pondok Bambu, Jumat (28/3).
"Pilihlah aku jadi pacarmu, habis enggak ada yang kenal," ujar Sari dengan menyanyi lagu artis Krisdayanti tersebut.Lanjut Sari, dirinya mengaku tidak paham mengenai dunia politik. "Saya juga enggak ngerti politik terus terang buta," tandasnya.Tidak berbeda jauh dengan Sari, Lena (bukan nama asli) menuturkan, dirinya juga tidak tahu siapa caleg-caleg dan hanya tahu mengenai calon presiden dan wakil presiden."Saya enggak tahu mas siapa aja caleg-calegnya, yang saya tahu capres dan cawapres, itu pun cuma pak Jokowi ama siapa gitu saya lupa namanya," katanya.Wanita berusia sekitar 45 tahun tersebut menambahkan, pada saat Pemilu 2009 yang lalu dirinya melakukan pencoblosan di lingkungan rumahnya, sedangkan pada pemilu 9 April nanti dirinya akan memilih di Rutan Pondok Bambu, Untuk itu, Lena berharap pada pemilihan nanti dirinya bisa memilih sama seperti warga negara lainnya."Sosialisasi tadi bagus, iya kita kan sebagai rakyat pengin pemilihan berjalan adil dan jujur jangan ada dibeda-bedain lah, semua kan sama warga negara Indonesia," harapnya.Selain itu, dirinya mengaku kondisi saat ini tidak lebih baik pada saat masa zaman kepemimpinan Soeharto. "Tapi kayaknya hidup di zaman Soeharto lebih enak dibandingin zaman SBY yang banyak pada korupsi," pungkasnya.