Disentil, Setya Novanto mulai berani terang-terangan serang Akom

Setnov dikenal sebagai politisi yang tak pernah memberikan statement negatif kepada lawan politiknya selama ini.

Randy Ferdi Firdaus
Oleh Randy Ferdi Firdaus- Reporter
Disentil, Setya Novanto mulai berani terang-terangan serang Akom
Setya Novanto penuhi panggilan Kejagung. ©2016 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Pertarungan Setya Novanto (Setnov) dan Ade Komarudin (Akom) di Partai Golkar semakin seru saja. Meski munas Golkar belum jelas kapan digelar, kedua orang yang mencalonkan diri sebagai caketum Golkar ini terus saling serang.Perhelatan munas Golkar pasca putusan Mahkamah Agung yang mengesahkan kubu Aburizal Bakrie (Ical) memang tertunda pembahasannya. Meskipun, Ical dan Agung Laksono sudah sepakat bakal tetap menggelar munas.Setnov dan Akom memang terlihat yang paling ngotot mencalonkan diri dibanding kader Golkar lainnya. Bukan hanya Setnov dan Akom, Mahyudin, Idrus Marham, Aziz Syamsuddin juga ikut mencalonkan diri. Namun pertarungannya tak semasive yang dilakukan oleh Setnov dan Akom.Dari mulai mengungkit kasus 'Papa Minta Saham', dugaan titip absensi paripurna DPR, LHKPN, gratifikasi pesawat jet hingga janji tak maju ketum di atas materai menjadi bahas saling serang antara kedua belah pihak.Pertarungan Setnov dan Akom bahkan mulai terang-terangan dilakukan. Bahkan Setnov yang biasa menujukkan sikap kalem, tampaknya mulai gerah dengan serangan-serangan yang diterimanya dan mulai terbuka serang Akom.Awalnya, Akom sesumbar bahwa dirinya lebih baik memimpin DPR ketimbang Setya Novanto.

Terbukti, sejak jadi ketua DPR, Akom sudah menyelesaikan tiga UU. Padahal, baru menjabat tiga bulan saja."Setahun lalu kita hasilkan 3 UU dalam satu tahun. Sekarang 3 UU dalam 3 bulan. Satu bulan satu UU," sindir Akom.Merasa sudah mulai diserang secara terbuka, kemudian Setnov kembali balik melawan. Dia mengungkit surat perjanjian Akom ketika ditunjuk jadi ketua DPR agar tak maju di munas menjadi calon ketum Golkar."Saya lihat dan rasakan, saudara Ade Komarudin membaca dan menandatangani, diingatkan oleh Pak Ical untuk membaca sejelas-jelasnya," kata Setnov di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (15/3).Menurut Setnov, Nurdin Halid juga sudah menjelaskan kepada Ade. Dia juga mengakui bahwa selain dirinya dan Nurdin, di dalam surat itu juga tercantum nama Idrus Marham. Selain itu, Setnov juga menjelaskan proses pencalonan dirinya untuk turut bersaing dalam perebutan kursi ketua umum Golkar."Saya percayakan DPD tingkat I dan II berjalan normal, semuanya menjelaskan masalah Golkar ke depan, mengatasi persoalan yang dilanda, Golkar ke depan lebih baik," tuturnya.Ketika dimintai tanggapan soal ini, Akom tak bergeming. Dia menegaskan bakal tetap mencalonkan diri meski beredar surat perjanjian dirinya tak lagi maju caketum setelah ditunjuk jadi ketua DPR oleh Ical pada Desember 2015 lalu."Tadi, saya sudah menyampaikan. Dalam hal ini saya enggak mau jadi radio butut. Cukup sudah. Saya titik. Saya tetap maju dan titik. Saya tidak boleh jadi radio butut," kata Akom singkat.

Rekomendasi