Polda Jawa Barat (Jabar) menyatakan siap mengawal dan mengamankan pelaksanaan program Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM), sebagai kompensasi dari kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).Polda Jabar kini menanti perintah dari pemerintah provinsi bagaimana teknisnya. "Kita hanya bertugas mengamankan, tapi kan mekanismenya diatur pemerintah," kata Kapolda Jabar Irjen Pol Suhardi Alius di Gedung Sate, Bandung, Kamis (20/6).Dia berharap program pemerintah tersebut bisa berjalan dengan lancar. Begitu juga pengamanan penyaluran BLSM di Jawa Barat. "Pokoknya saya sudah menginstruksikan semua jajaran saya untuk mengamankan ini. BLSM kita amankan pokoknya," jelasnya.Sejauh ini Pemerintah Provinsi Jabar belum mengetahui jumlah pasti penerima BLSM di Jabar. Suhardi melanjutkan, gubernur juga mengatakan siap menjalankan fatsun pemerintah pusat soal kompensasi. "Tapi saat ini belum ada, kan kenaikannya juga belum, kita tunggu instruksi," jelasnya.Sementara itu, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan menjelaskan, jumlah penerima BLSM sendiri diprediksi turun. Hal itu berkaca pada penerima raskin yang jumlahnya mencapai 3,1 juta rumah tangga."Sekarang 2,6 juta. Jadi ada penurunan sekitar 500 ribu. Tapi, saya ga paham apakah data BLSM sama dengan raskin atau tidak," terangnya.
Polda Jabar siap amankan penyaluran BLSM ke masyarakat miskin
"Tapi saat ini belum ada, kan kenaikannya juga belum, kita tunggu instruksi," kata Suhardi.
Rekomendasi