Dalam rangka menyambut pesta olahraga Asian Games, sebanyak 600 siswa-siswi dari berbagai sekolah dasar di Jabodetabek mengikuti long march Parade Energy Rangers School dari Halaman Plaza Sarinah - Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (22/8).
Parade ini diawali rombongan marching band yang melantunkan lagu-lagu perjuangan, lagu-lagu daerah, disusul dengan identitas seluruh negara peserta, barisan para atlet cilik, dan diakhiri dengan lenggak-lenggok tarian dengan busana daerah.
Dalam barisan parade terlihat juga Menpora Imam Nahrawi beserta istri Shobibah Rohmah yang turut mendukung acara ini. Menurutnya, parade anak-anak ini sungguh luar biasa, karena dikemas dengan berbagai instrumen yang mencerminkan Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games dan Asian Para Games.
Kata dia, Asian Games tidak hanya dinilai segi kesiapannya namun ada promosi keunggulan budaya yang patut dikenang sebagai oleh-oleh para peserta mancanegara.
"Di sini ada hadir atlet cilik, Juara Catur Cepat Dunia Samantha Edithso, sungguh menginspirasi kita semua, kita doakan kelak menjadi Grand Master Catur Indonesia," kata Menpora.
Dalam acara ini Menpora berpesan kepada seluruh anak-anak yang merupakan generasi emas dan calon-calon penopang negara di masa depan, bahwa olahraga itu tidak melulu dilihat dari prestasi. Namun, semangat pantang menyerah dalam balutan kebersamaan juga menjadi modal dasar membentuk karakter unggul untuk bersaing di peradaban yang semakin maju.
"Olahraga mengajarkan kita sportif, yang kalah harus legowo, yang menang jangan jumawa. Yang menjadi juara harus respek kepada yang belum, dan sebaliknya yang belum harus menghormati sang juara tetapi tetap harus berkompetisi. Di situlah nilai-nilai paling agung dari olahraga. Tetap jaga persaudaraan dan persahabatan," tambahnya memotivasi.