Komisi III Ingatkan Polri Perkuat Intelijen Ringkus Bandar Narkoba Selama Pandemi

"Saat pandemi memang banyak yang stres dan lari ke narkoba, jadi memang momentum ini dimanfaatkan oleh para bandar untuk lebih giat menjual narkoba," katanya.

Henny Rachma Sari
Oleh Henny Rachma Sari - Reporter
Komisi III Ingatkan Polri Perkuat Intelijen Ringkus Bandar Narkoba Selama Pandemi
Ahmad Sahroni. ©2020 Merdeka.com

Wakil Ketua Komisi III DPR Fraksi Partai NasDem Ahmad Sahroni mengingatkan Korps Bhayangkara untuk memperkuat data intelijen. Selain itu, perkuat kerjasama antarlembaga juga diperlukan guna meringkus bandar narkoba.

Hal tersebut diungkapkan Sahroni menanggapi tangkapan Bareskrim selama periode Januari-Mei 2021 terkait kasus narkoba. Total ada 24.878 orang telah ditetapkan tersangka oleh penyidik Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri dari 19.229 perkara.

"Prestasi seperti ini tentunya harus terus dipertahankan dan diperkuat dengan mengembangkan teknologi, data intelejen, sampai kerjasama dengan berbagai lembaga lain untuk merehab para pengguna. Meringkus pengguna dan merehab itu penting, tapi menangkap bandarnya lebih penting lagi," katanya dalam keterangan yang diterima merdeka.com, Jumat (23/7).

Ia mengapresiasi Polri karena di tengah Pandemi yang masih menghantam tanah air, tetap bersinergi mengungkap kasus.

"Saat pandemi memang banyak yang stres dan lari ke narkoba, jadi memang momentum ini dimanfaatkan oleh para bandar untuk lebih giat menjual narkoba," katanya.

Lebih lanjut, Sahroni juga menyoroti peningkatan jumlah barang bukti yang berhasil diamankan oleh Bareskrim Polri dibanding tahun sebelumnya.

"Data juga membuktikan bahwa ada kenaikan jumlah barang tangkapan dari tahun-tahun sebelumnya. Jadi kalau sepanjang tahun 2020 Polri berhasil mengungkap sekitar 6 ton sabu, ini baru di pertengahan 2021 Polri sudah menyita 6 ton sabu. Artinya, sabu-sabu ini tidak berhasil sampai ke masyarakat karena keburu diamankan polisi. Artinya juga, ada ratusan ribu bahkan jutaan nyawa yang berhasil diselamatkan dari narkoba," tuturnya.

Rekomendasi