Kasus Baru Covid-19 Melonjak, Kudus Belum Bisa Terapkan New Normal

Meningkatnya kasus yang terjadi saat ini bisa disebut tahap dua dan diprediksi akan memasuki puncak pada bulan Juni 2020 mendatang.

Henny Rachma Sari
Oleh Henny Rachma Sari - Reporter
Kasus Baru Covid-19 Melonjak, Kudus Belum Bisa Terapkan New Normal
Sejumlah warga Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus tes swab.. ©2020 Merdeka.com

Penerapan tatanan hidup baru atau biasa disebut New Normal di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah nampaknya masih belum bisa. Sebab, kasus baru Covid-19 di wilayah tersebut tercatat melonjak.

"Meskipun belum bisa memastikan kapan normal baru diterapkan, Pemkab Kudus masih tetap melakukan persiapan untuk memberlakukan normal baru," kata Pelaksana tugas Bupati Kudus M. Hartopo di Kudus, Selasa (9/6).

Persiapan yang dilakukan, di antaranya dengan menggelar simulasi protokol kesehatan normal baru dengan uji coba di dua objek wisata di Kudus, yakni Makam Sunan Muria dan Taman Sardi.

Sementara Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Kudus juga mulai diminta masuk kantor secara serentak di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Sebanyak 77 kasus positif Covid-19, 55 diantaranya dalam wilayah dan 22 kasus di luar, demikian dicatat Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kudus.

Jumlah pasien positif Covid-19 yang dirawat dari dalam wilayah sebanyak 15 orang, enam orang isolasi mandiri, sedangkan dari luar wilayah ada enam orang.

Meningkatnya kasus yang terjadi saat ini bisa disebut tahap dua dan diprediksi akan memasuki puncak pada bulan Juni 2020 mendatang.

Dengan kondisi demikian, Kudus belum memungkinkan untuk menerapkan tatanan kehidupan baru secara luas.

"Pemkab Kudus sendiri masih masih fokus melakukan pelacakan kontak dengan pasien terkonfirmasi Covid-19," ujar M. Hartopo yang juga Ketua Tim GTPP Covid-19 Kudus.

Ia menjelaskan, dengan ditemukannya beberapa kluster Covid-19 maka pihaknya berupaya melakukan pelacakan agar mereka yang sudah tertular bisa melakukan karantina dan mencegah penyebarannya semakin meluas. Seperti diberitakan Antara.

Rekomendasi