Istana sebut OTT menunjukkan keberhasilan KPK berantas korupsi

Kepala Staf Kepresidenan, Teten Masduki menegaskan pemerintah masih membutuhkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ini menjadi alarm bagi Pansus Hak Angket untuk berhenti bermanuver melemahkan KPK.

Supriatin
Oleh Supriatin - Reporter
Istana sebut OTT menunjukkan keberhasilan KPK berantas korupsi
Teten Masduki. ©2017 merdeka.com/dian rosadi

Kepala Staf Kepresidenan, Teten Masduki menegaskan pemerintah masih membutuhkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ini menjadi alarm bagi Pansus Hak Angket untuk berhenti bermanuver melemahkan KPK. "KPK harus terus diperkuat, dan ini saya kira untuk kepentingan bangsa," ucapnya di Gedung Bina Graha, Jakarta, Jumat (29/9). Di setiap kesempatan, Presiden Joko Widodo selalu mengingatkan agar KPK tidak dilemahkan. Apalagi, di tengah operasi tangkap tangan (OTT) yang semakin gencar dilakukan KPK. "Jadi saya kira memang kita berhenti (melemahkan KPK), apalagi kita lihatlah ini OTT- OTT terus berlangsung," kata dia.Mantan Ketua Indonesia Corruption Watch (ICW) ini menekankan, maraknya OTT menunjukkan keberhasilan KPK memberantas korupsi. Dia lalu membandingkan kondisi bangsa pada masa Orde Baru (Orba) dengan masa pasca reformasi. Di mana, pada masa Orba para koruptor dibiarkan merajalela sementara sekarang koruptor ditangkap. "Kita lihat, bahwa penegakan hukum dalam hal ini KPK cukup efektif," ujarnya.Perlu diketahui, masa kerja Pansus Angket KPK resmi diperpanjang. Keputusan ini diambil setelah menerima laporan kerja pansus dalam Rapat Paripurna, Selasa (26/9). Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengatakan, masa kerja Pansus Angket sengaja diperpanjang karena dalam laporan ada sejumlah hal yang belum diselesaikan lantaran belum mendapat penjelasan detail dari KPK. Fahri enggan menyebut kapan masa kerja Pansus Angket KPK berakhir.

Rekomendasi