Kota Samarinda dilanda cuaca buruk hari ini. Hujan sudah mengguyur sejak pagi dan disertai angin kencang dan mendung tebal.
Kondisi tersebut mengharuskan pesawat Garuda Indonesia bernomor penerbangan GA580 dan Batik Air ID7281 dari Jakarta mengalihkan pendaratannya ke Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan (SAMS) di Balikpapan.
GA 580 terbang dari Cengkareng (CGK) pukul 06.25 WIB dan seharusnya mendarat di Bandara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto di Samarinda (AAP) pukul 10.05 WITA. Demikian juga Batik Air ID7281 berangkat dari Halim Perdanakusuma (HLP) pukul 07.00 WIB, semestinya landing pukul 10.00 WITA.
GA580 dengan register PK-GNU jenis Boeing 737-800 sempat berputar 4 kali di udara hingga akhirnya memutuskan mendarat di Balikpapan. Hal serupa dilakukan Batik Air ID7281 yang menggunakan Airbus A220 dengan register PK-LAY.
"Iya benar, bad weather (cuaca buruk). Ada 2 maskapai dari Jakarta, dialihkan ke Balikpapan," kata Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) APT Pranoto Samarinda, Dodi Dharma Cahyadi, dikonfirmasi merdeka.com, Kamis (21/3).
Dodi menerangkan, dialihkannya pendaratan kedua maskapai itu, bukan tanpa alasan. "Jarak pandang kurang dari 1 kilometer. Di APT Pranoto, juga belum ada alat bantu pendaratan AFL (Air Field Lighting)," ujar Dodi, yang juga mantan Kepala Bandara di Banyuwangi itu.
Dia menjelaskan, AFL berupa lampu runway dan juga ILS (Instrument Landing System) memang menjadi kelengkapan paling krusial bagi Bandara APT Pranoto, dengan catatan pergerakan penumpang sekitar 3.200 orang per harinya itu. "Itu untuk keselamatan dan keamanan penerbangan dan pendaratan," ungkap Dodi.
Dalam catatan merdeka.com, pengalihan pendaratan seperti ini sudah 5 kali terjadi sejak bandara diresmikan Presiden Joko Widodo, 25 Oktober 2018 lalu.
Namun untuk penerbangan NAM Air IN248 jenis ATR-72 dengan register PK-NYY dari Banjarmasin sudah bisa mendarat pukul 11.19 WITA. Meski cuaca di sekitar diselimuti awan mendung tebal dan hujan gerimis.
"Kita tunggu saja cuaca baik, dan jarak pandang lebih dari 1 kilometer," jelas Dodi.