Alasan Moeldoko tak temui guru honorer di depan Istana
Merdeka.com - Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko menanggapi mengenai adanya unjuk rasa dari ribuan guru honorer di depan Istana Merdeka pada Rabu 31 Oktober 2018 lalu. Dia mengungkapkan alasan tidak menemui perwakilan dari guru honorer tersebut.
"Sebenarnya bukan enggak mau nerima, sama-sama padet semua kemarin ya," katanya di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, Jumat (2/11).
Menurut mantan Panglima TNI ini, pemerintah sudah menyiapkan solusi untuk mengkoordinir para guru honorer, khususnya mengenai gaji mereka. Satu di antaranya yaitu dengan menjadikan para pekerja honorer menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K).
"Ya sudah itu solusinya. Kan demo bukan hanya sekarang, tapi dari dulu. Karena demo itu lah terus kita ada solusi itu," jelasnya.
Sebelumnya, ribuan karyawan honorer kategori dua (K2), yang mayoritas guru, melakukan aksi demonstrasi menuntut agar diangkat menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS). Para guru yang berasal dari sejumlah daerah di Indonesia itu menggelar aksi demonstrasi di seberang Istana sejak Selasa (30/10).
"Kami menolak konsep pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) dan mendesak agar diangkat menjadi CPNS," ujar Ketua Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I) Titi Purwaningsih di tengah aksi yang berlangsung di Taman Pandang, di seberang Istana Merdeka seperti dikutip dari Antara, Rabu (31/10).
Titi meminta pemerintah menghargai apa yang sudah dilakukan para guru honorer dalam mencerdaskan anak bangsa. Pemerintah pun diminta berpihak kepada para guru honorer.
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya