Aktivis 98 ungkap adanya upaya rusak kesatuan NKRI
Merdeka.com - Ratusan Alumni Aktivis 98 mengadakan acara kumpul bersama sekaligus mengadakan diskusi kebangsaan dan buka puasa bersama di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat. Acara ini diadakan juga untuk memperingati perjuangan mereka 20 tahun lalu dalam membawa Indonesia ke era demokrasi.
Hengki Irawan, salah satu aktivis 98 mengatakan, sudah banyak paham-paham asing yang saat ini menjadi musuh dan berpotensi merongrong kehidupan bernegara.
"Seperti ideologi transnasional, Hizbut Tahrir, Ikhawanul Muslimin. Semuanya berakar di negara-negara Timur Tengah. Dan saat ini mengancam negara Indonesia," katanya di Grand Hotel Sahid, Jakarta Pusat, Selasa (29/5).
Menurutnya, Indonesia sudah menjadi sasaran atau target penduduk Islam garis keras. Karena Indonesia telah menjadi negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia.
"Sehingga dia tak mau menyia-nyiakan. Apakah itu dari proksi dari negara barat? Itu harus kita buktikan. Karena kekuatannya berasal dari kekuatan modal dan fundamental yang mengancam kita," ujarnya.
Hengki pun mengungkapkan, banyak kelompok transnasional yang membawa Indonesia mundur ke abat pertengahan.
"Pemunduran ideologi, cara berpikir. Kita diajarkan agama untuk menjadi orang yang baik kepada sesama. Tapi mereka menggunakan agama untuk menjadi jahiliyah dan orang bodoh," tandasnya.
Dalam acara tersebut turut dihadiri oleh Ketua Progres 98 Faizal Assegaf, Anggota DPR RI Komisi III Masinton Pasaribu, Progres 98, Eli Salomo, Hengki Irawan, Nuryaman Berry, Syarikat 98, Abdullah dan Wahab Talaohu.
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya