Jawa Timur serasa tidak pernah kering dari potensi. Kali ini kakak beradik asal Surabaya mendapat sorotan dunia karena tas inovasinya. Di bawah brand bernama Hey Startic, Agnes Santoso dan Vania Santoso mendaur ulang berbagai barang macam barang bekas menjadi barang-barang fashion dan aksesoris rumahan.
Barang-barang bekas seperti karung semen, kemasan susu, kemasan snack, dan lain sebagainya menjadi bahan baku utama pembuatan produk Hey Startic. Barang-barang fashion dan aksesoris rumahan yang diproduksi antara lain tas, dompet, keranjang belanja, dan sebagainya.
Inovasi yang dilakukan Agnes dan Vania ini merupakan sebuah upaya solutif atas permasalahan sosial yang terjadi baik di Indonesia maupun di dunia. Sampah-sampah plastik yang susah terurai disulap menjadi barang bernilai ekonomis tinggi.
Upaya ini membantu pengurangan sampah plastik yang menjadi salah satu masalah pelik soal lingkungan. Selain itu, ada peningkatan kualitas ekonomi dari aktivitas produksi yang dilakukan Hey Startic. Selama ini produksi Hey Startic dilakukan oleh komunitas.
Advertisement
Salah satu bahan baku tas yang diproduksi Hey Startic berasal dari karung semen. Karung semen disulap menjadi tas yang kalau dicermati mirip dengan tas berbahan kulit.
Hey Startic memiliki pertimbangan matang mengenai produknya. Komunitas ini memiliki visi bagaimana barang bekas bisa diubah menjadi produk bernilai jual tinggi.
Advertisement
Siapa sangka, tas manis ini juga terbuat dari karung semen. Hey Startic memadukan karung semen dengan sulaman khas Aceh. Tak pelak apabila Hey Startic mendapat banyak penghargaan karena kreativitasnya menyulap barang bekas menjadi produk bernilai seni tinggi.
Advertisement
Tas ini tampak mirip sekali dengan tas yang terbuat dari kulit. Namun ternyata tas tersebut merupakan tas yang dibuat dari bahan daur ulang.
Tahun 2007, Hey Startic menjuarai Kompetisi Lingkungan Internasional "Volvo Adventure", Kompetisi bergengsi tersebut diselenggarakan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Swedia.
Advertisement
Ornamen pada tas selempang panjang ini dibuat dari bungkus kopi. Selain karung semen, Hey Startic memanfaatkan kemasan-kemasan plastik dari berbagai produk.
Advertisement
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Pawaransa, melalui akun instagramnya @khofifah.ip memuji kualitas tas produksi Hey Startic serupa dengan tas butik. Tas di ataslah salah satu contohnya.
Advertisement
Hey Startic tidak hanya memproduksi tas untuk perempuan. Namun produk tas untuk kaum adam juga dibuatnya.
Tas slempang di atas merupakan tas yang cocok digunakan untuk laki-laki. Tas terbuat dari bahan daur ulang yang tampak seperti berbahan kulit.
Advertisement
Produk Hey Startic yang lain adalah payung hias. Payung hias ini terbuat dari karung semen. Berkat lukisan dan pewarnaan yang dilakukan, sisa-sisa karung semen tidak tampak lagi.
Advertisement
Hey Startic juga mengolah barang bekas menjadi sepatu. Berkat inovasinya, pada tahun 2008, Vania Santoso, inisiator Hey Startic diganjar sebagai Young Eco Hero dari Action for Nature.
Advertisement
Tempat pensil berbentuk spiral ini juga dihasilkan dari barang daur ulang. Kalau dilihat-lihat, tidak kalah cantik dari tempat pensil yang berbahan kulit. Melalui produk-produknya, Hey Startic sedang mengkampanyekan fashion yang ramah lingkungan.
Advertisement
Perpaduan barang bekas dengan desain dan sentuhan seni yang memadahi menghasilkan produk-produk Hey Startic yang mengagumkan. Tak salah lagi apabila sederet penghargaan kelas nasional dan dunia diberikan kepada brand asal Jawa Timur ini.