Wagub Sebut 22 Sekolah di Jakarta Masih Setop Sekolah Tatap Muka Karena Covid-19

Sebelumnya, Dinas Kesehatan DKI Jakarta melarang anak-anak yang sedang mengalami sakit atau tidak enak badan untuk menjalani PTM Terbatas di sekolah. Penularan Covid-19 sempat membuat 90 sekolah ditutup sementara.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Wagub Sebut 22 Sekolah di Jakarta Masih Setop Sekolah Tatap Muka Karena Covid-19
Belajar tatap muka di SDN Pondok Labu 14 Pagi. ©2021 Merdeka.com/Arie Basuki

Sebaran Covid-19 terjadi di sejumlah sekolah di Jakarta. Data Kamis 27 Januari 2022, masih ada 22 sekolah menghentikan sekolah tatap muka karena warganya terpapar Covid-19.

"Kemarin itu ada 90 sekolah yang ditutup sementara. Sampai per hari ini tinggal 22 yang ditutup sementara. Mudah-mudahan beberapa hari lagi makin berkurang," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, di Jakarta, Kamis (27/1).

Puluhan sekolah itu beragam jenjang. Terdiri dari TK ada 11 sekolah, SD 25, SMP 17, SMK 5, SMA 30, PKBM 9.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan DKI Jakarta melarang anak-anak yang sedang mengalami sakit atau tidak enak badan untuk menjalani PTM Terbatas di sekolah.

"Saat di sekolah Si Anak tidak enak badan, anak tidak boleh offline, harus PJJ. Nah itu juga sudah diatur tinggal sama-sama kita edukasi pada orang tua," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktavia di Jakarta pada Rabu malam, 26 Januari 2022.

Dwi meminta para wali murid supaya memahami jika anaknya mengalami keluhan kesehatan agar tidak meminta mereka belajar di kelas. Cukup belajar secara jarak jauh (PJJ) dari rumah.

"Orang tua tolong menyadari juga memahami bahwa kalau anak punya keluhan kesehatan, meskipun keluhan kita anggap ringan, gak enak badan, jangan meremehkan dan anak (tidak) dibiarkan tetap datang ke sekolah. Untuk anak yang tidak sehat maka bisa dibiarkan dulu di rumah," katanya.

Reporter: Yopi Makdori
Sumber: Liputan6.com

Halaman
Rekomendasi