Di tengah guyuran hujan, Djarot tengok sekolah ambruk di Matraman

Akibat ambruknya atap di salah satu kelas tersebut kegiatan belajar mengajar jadi terganggu.

Fikri Faqih
Oleh Fikri Faqih - Reporter
Di tengah guyuran hujan, Djarot tengok sekolah ambruk di Matraman
Djarot Saiful Hidayat. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat blusukan untuk meninjau salah satu sekolah yang roboh. Saat mendatangi SDN Utan Kayu 08 Pagi di Matraman, Jakarta Timur, cuaca Jakarta sedang diguyur gerimis.Djarot yang tiba sekitar pukul 15.00 WIB langsung disambut Kepala Sekolah SDN Utan Kayu 08 Pagi, Rita Butarbutar. Dia melihat ada tiga kelas yang memerlukan pembenahan secara total, sebab sudah ada yang atapnya ambruk serta dua kelas lainnya bocor dan rawan ambruk."Ini robohnya dari Januari 2014," ungkap Rita kepada mantan Wali Kota Blitar ini, Selasa (20/1).Akibat robohnya bangunan kelas tersebut kegiatan belajar mengajar pun terganggu. Pihak sekolah membagi waktu belajar peserta didiknya ada yang pagi, siang, dan sore. Rita mengatakan, pihaknya sudah mengajukan rehab berat terhadap instansi terkait, tetapi perencanaan dan pembiayaannya belum ada hingga saat ini."Untuk kegiatan belajar mengajar sementara paralel dulu. Jadi rehab baru bisa dilaksanakan 2016. Kalau menunggu seperti itu, anak-anak saya harus bagaimana, ini kan sudah roboh?" terangnya.Djarot yang mengenakan kemeja putih dan jaket hitam langsung meninjau ruang kelas yang ambruk atapnya. Dia mengharapkan pembangunan sekolah tersebut bisa cepat direalisasikan tanpa harus menunggu hingga 2016."Ini harus cepat direalisasikan bukan untuk kita tapi untuk anak-anak kita," ujarnya.Djarot menjelaskan untuk lebih cepat memperbaiki sekolah tersebut dirinya akan mengusahakan menggandeng perusahaan dengan menggunakan dana Corporate Social Responsibility (CSR)."Kita coba gandeng CSR biar lebih cepat, kalau lewat APBD lama," tutupnya.

Rekomendasi