30 Angkot di Jakarta Barat terjaring razia tarif liar

Banyak angkot di Jakarta berlakukan kenaikan tarif sepihak hingga 50 persen.

Al Amin
Oleh Al Amin - Reporter
30 Angkot di Jakarta Barat terjaring razia tarif liar
razia angkot. ©2013 Merdeka.com/dwi narwoko

Suku Dinas Perhubungan Jakarta Barat melakukan razia angkutan kota (angkot) di Terminal Kalideres, Jakarta Barat. Razia ini dilakukan setelah Sudin Perhubungan mendapatkan laporan, tentang adanya praktik kenaikan tarif sepihak."Kegiatan ini sudah kita lakukan dari Senin kemarin. Total sudah ada 30 kendaraan yang kita tindak," kata Kasudin Perhubungan Jakarta Barat Suyoto di Terminal Kalideres, Rabu (26/6).Suyoto menjelaskan, Sudin Perhubungan Jakarta Barat akan terus melakukan razia sampai Organisasi Angkutan Darat (Organda) mengumumkan secara resmi kenaikan tarif. "Operasi ini menunggu sampai kebijakan dari Organda," ujar dia.Selain melakukan razia di Terminal Kalideres, Sudin Perhubungan juga melakukan razia di sejumlah titik-titik Jakarta Barat, seperti di perempatan lampu merah, dan tempat mangkal angkutan umum.Pemprov DKI Jakarta secara resmi belum memberlakukan tarif baru angkutan umum, usai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Meski Pergub belum keluar, sejauh ini banyak angkutan umum yang sudah menaikkan tarif. Kisarannya sekitar 20-50 persen.Sebelumnya, Ketua Organda DKI Jakarta Sudirman mengatakan, sikap pengusaha yang terkesan menaikkan tarif sepihak adalah hal yang wajar. Organda DKI Jakarta telah mengusulkan kenaikan tarif angkutan umum kelas ekonomi sebesar 30 persen, dari tarif lama Rp 2.000 menjadi Rp 2.600."Saya rasa kalau sopir minta penambahannya Rp 500 sampai Rp 1.000, rasanya manusiawi saja. Kalau penumpang keberatan yang enggak usah naik saja," kata Sudirman.

Rekomendasi