Periode karantina dan jaga jarak sosial selama pandemi corona membuat Yorkshire Museum, Inggris terpaksa menutup pintu bagi pengunjung. Namun museum ini masih ingin berinteraksi dengan masyarakat, sehingga mereka meluncurkan tagar #curatorbattle di jejaring sosial setiap minggu. Tujuannya adalah menantang museum lain untuk menunjukkan koleksi masing-masing sesuai tema yang ditentukan.
Dilansir Bored Panda, beberapa waktu lalu Yorkshire Museum mengunggah foto gumpalan rambut seorang wanita Romawi yang diambil dari kuburan pada abad 3-4. Kali ini, museum-museum lain diminta untuk memamerkan koleksi terseram yang mereka miliki.
Advertisement
Tantangan tersebut dijawab dengan semangat oleh akun museum dari berbagai negara. German History Museum, Oshawa Museum Ontario, New York Historical Society, dan Charleston Museum yang merupakan museum pertama di Amerika Serikat ikut ambil bagian. Mereka mengunggah koleksi paling horor yang dimiliki dan menambahkan tagar #CreepiestObject.
MUSEUMS ASSEMBLE! It's time for #CURATORBATTLE!
Advertisement
Tak ketinggalan Imperial War Museum, Bank of England Museum, serta para kurator dari National History Museum dan Ashmolean Museum yang menyumbangkan gambar koleksi paling bikin merinding lewat dua tagar tersebut.
Advertisement
Our #CURATORBATTLE entry from @NAM_London - frost bitten fingertips anyone? https://t.co/PGD61mG5rz pic.twitter.com/KcWgnGwEdP
— Kirsty Parsons (@museum_owl) April 17, 2020
Sejauh ini, #CuratorBattle telah menghadirkan deretan memorabilia paling menakutkan. Ada potongan jari manusia, boneka seram, sampai mumi duyung yang bisa bikin bulu kuduk berdiri.
Advertisement
The mummified Hand of Glory at the @WhitbyMuseum pic.twitter.com/q1s2289RN4
— Curunir89 (@grichards89) April 17, 2020
"Curator battle semakin berkembang karena semakin banyak museum dan masyarakat umum yang melihat feed Twitter kami setiap Jumat untuk melihat tema apa yang akan kami pakai," tutur Millicent Carroll, digital engagement officer York Museums Trust kepada Bored Panda.