Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Vietnam Lockdown Ibu Kota Hanoi Dua Pekan Setelah Infeksi Covid-19 Melonjak

Vietnam Lockdown Ibu Kota Hanoi Dua Pekan Setelah Infeksi Covid-19 Melonjak Jalan di kota Hanoi, ibu kota Vietnam, pada hari pertama penerapan lockdown dua pekan. ©Nhac Nguyen/AFP

Merdeka.com - Vietnam menerapkan lockdown di ibu kota Hanoi selama 15 hari, dalam sebuah upaya untuk mengatasi lonjakan infeksi virus corona.

Perintah lockdown, yang diterbitkan pada Jumat, melarang dua orang lebih berkumpul di tempat umum. Hanya kantor-kantor pemerintah, rumah sakit, dan tempat usaha esensial yang diizinkan tetap buka.

Saat lockdown mulai diterapkan pada Sabtu, kota berpenduduk 8 juta jiwa itu kosong. Toko-toko ditutup. Namun orang-orang masih terlihat di jalan-jalan di pinggiran kota.

“Menurut saya warga di Hanoi seperti diri saya setuju dengan keputusan lockdown yang tiba-tiba,” kata seorang penduduk, Nguyen Van Chien, kepada AFP.

“Kita harus mengorbankan ekonomi untuk melawan pandemi,” lanjutnya, dikutip dari Al Jazeera, Minggu (25/7).

Awal pekan ini, pemerintah melarang seluruh aktivitas luar ruangan di Hanoi dan memerintahkan tempat usaha non esensial tutup menyusul lonjakan kasus.

Pada Jumat, Hanoi melaporkan 70 kasus infeksi, kasus tertinggi di kota tersebut. Sementara total kasus di Vietnam pada hari itu tercatat sebanyak 7.295 dalam 24 jam terakhir.

Hampir 5.000 kasus berasal dari Ho Chi Minh City, yang juga memperpanjang lockdown sampai 1 Agustus.

“Saya telah berada di dalam rumah selama sebulan. Situasinya di kota kami menakutkan,” kata seorang penduduk, Le Bich Thanh kepada AFP.

Sekitar sepertiga dari 100 juta penduduk Vietnam berada di bawah perintah lockdown.

Dalam gelombang Covid-19 terbaru sejak April, Vietnam telah mencatat lebih dari 83.000 infeksi dan 335 kematian.

Vietnam adalah salah satu negara yang berhasil mengatasi infeksi virus dalam gelombang pertama pandemi tahun lalu.

Namun negara ini lamban dalam program vaksinasi, di mana hanya 4,5 juta dosis yang telah diberikan sampai saat ini. Pemerintah mengatakan mereka berharap bisa mencapai kekebalan komunal pada awal 2022.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP