Presiden Tanzania Lebih Suka Terima Bantuan China Daripada Negara Barat

China telah berjanji untuk menghabiskan USD 60 miliar (Rp 871 triliun) dalam bentuk investasi, bantuan, dan pinjaman di Afrika selama tiga tahun ke depan. Sebagian besar, uang tersebut digunakan untuk pembangunan infrastruktur.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Presiden Tanzania Lebih Suka Terima Bantuan China Daripada Negara Barat
Presiden Tanzania John Magufuli. ©AFP

Presiden Tanzania John Magufuli mengatakan bahwa dirinya lebih memilih bantuan diberikan China daripada pihak Barat. Hal ini disebabkan, China memberikan persyaratan lebih ringan ketika memberi bantuan dibanding Negara Barat.

Pendapat tersebut memicu tekanan kuat dari negara-nagara Barat yang menilai kontroversial kebijakan Maugufuli dalam memulihkan ekonomi negaranya.

Dikutip dari The Guardian pada Rabu (28/11), Maugufuli sendiri tengah mendapat kecaman luas dari negara-negara Barat, yang menilai kontroversial berbagai kebijakannya.

Pada 15 November, Denmark mengatakan telah menghentikan bantuan senilai USD 9,8 juta (setara Rp 142 miliar) karena "komentar homofobik yang tidak dapat diterima" oleh seorang politisi Tanzania.

Tidak lama berselang, Prancis mengancam akan memotong bantuannya ke Tanzania, jika negara itu tidak serius dalam menumpas praktik korupsi di sana.

Saat ini, China telah menjadi investor utama di Afrika, dan secara bersamaan, menantang pengaruh Barat di benua itu.

China telah berjanji untuk menghabiskan USD 60 miliar (Rp 871 triliun) dalam bentuk investasi, bantuan, dan pinjaman di Afrika selama tiga tahun ke depan. Sebagian besar, uang tersebut digunakan untuk pembangunan infrastruktur.

"Hal yang membuat Anda senang tentang bantuan mereka adalah bahwa itu tidak terikat pada kondisi apa pun. Ketika mereka memutuskan untuk memberi Anda bantuan, mereka memberi apa yang bisa mereka bantu," kata Magufuli.

Hal itu disampaikan oleh Magufuli di tengah agenda pembukaan perpustakaan di universitas utama di ibu kota keuangan Tanzania, Dar es Salaam. China sendiri turut ambil bagian dalam pembangunan tersebut, yakni dalam bentuk kucuran dana senilai USD 40,6 juta, atau setara Rp 589 miliar.

"China telah banyak membantu kami di berbagai bidang pembangunan lain," ujarnya.

Magufuli pun menambahkan bahwa Tanzania dan China akan terus memperkuat hubungan kerja sama.

Sumber: Liputan6

Halaman
Rekomendasi