Presiden baru Zimbabwe, Emmerson Mnangagwa, mengumumkan kabinet baru untuk pemerintahannya. Setelah membubarkan kabinet terdahulu, dia memberikan berbagai posisi penting kepada politisi veteran dari partai ZANU-PF dan tentara senior.Para politisi dari oposisi dilaporkan tidak mendapat jabatan apapun. Dalam kabinet baru ini, Mnangagwa menunjuk tokoh kontroversional kaya raya sekaligus veteran dari partainya, Obert Mpofu sebagai Menteri Dalam Negeri. Dia juga menunjuk veteran lain yakni, Patrick Chinamasa sebagai Menteri Keuangan.Selain itu, Mnangagwa pun memberi jabatan penting bagi orang-orang di luar partai yang telah mendukung pemerintahannya. Mereka adalah pejabat militer yang mengambilalih pemerintahan selagi Robert Mugabe menjabat sebagai presiden.Mayor Jenderal Sibusiso, yang mengumumkan pengambilalihan pemerintahan di televisi nasional, diberi jabatan sebagai Menteri Luar Negeri. Sedangkan perwira Angkatan Udara senior, Marshal Perrance Shiri, diberi tempat untuk menduduki jabatan sebagai Menteri Pertanian.Sementara itu, Chris Mutsvangwa, veteran yang pernah memimpin perang dan memainkan peran kunci dalam memobilisasi demonstrasi melawan Mugabe, diberi jabatan sebagai Menteri Informasi.Penunjukan jabatan dalam kabinet baru ini rupanya membuat sejumlah pihak kecewa. Banyak yang berharap bahwa Mnangagwa akan memberi peran bagi para politisi dari oposisi terkemuka, sesuai dengan janjinya yang akan menjangkau semua warga Zimbabwe untuk mengambil peran dalam pemerintahan.Pengamat politik menilai penunjukan ini tidak bisa diterima. Sementara beberapa tokoh oposisi dan aktivis bereaksi keras terhadap pengumuman tersebut. Mantar Menteri Keuangan dari partai oposisi, Tendai Biti, bahkan menyebut Mnangagwa sebagai pengkhianat."Pemerintahan kami sekarang diisi oleh junta militer. Dan jawaban yang kami dapat dari kudeta kemarin bahwa mereka hanya melindungi kepentingan pribadi dari individu tertentu dan partai yang berkuasa," kata Biti, dikutip dari laman the Guardian, Jumat (1/12)."Sekarang masyarakat harus berkumpul kembali dan melawan otoritas politik agar pemilihan dilakukan secara normal," tambahnya.Senada dengan Biti, Doug Coltart, seorang aktivis HAM juga mengatakan bahwa kabinet baru ini tidak mewakili pembangunan Zimbabwe yang baru, melainkan penggabungan para elit politik yang gagal."Ini sangat memprihatinkan. Pemerintahan ini sangat menyulitkan. Sangat sedikit perubahan dilakukan untuk mengubah ruang politik di negara kita. Banyak orang yang justru merasakan kekhawatiran lebih banyak daripada yang mereka rasakan di bawah rezim Mugabe," tegasnya.
Presiden baru Zimbabwe beri posisi kunci di kabinet buat pejabat militer
Presiden baru Zimbabwe beri posisi kunci di kabinet buat pejabat militer. Mnangagwa pun memberi jabatan penting bagi orang-orang di luar partai yang telah mendukung pemerintahannya. Mereka adalah pejabat militer yang mengambilalih pemerintahan selagi Robert Mugabe menjabat sebagai presiden.
Rekomendasi