Ratusan imigran di Prancis yang bertugas di garda depan penanganan virus corona akan diberikan kewarganegaraan jalur cepat. Kementerian Dalam Negeri mengundang penduduk yang membantu upaya melawan Covid-19 untuk mengajukan naturalisasi.
Lebih dari 700 orang telah diberikan kewarganegaraan atau berada di tahap akhir upaya untuk mendapatkan kewarganegaraan. Mereka terdiri dari profesional bidang kesehatan, petugas kebersihan, dan pegawai toko.
Pekerja garda depan di seluruh dunia berisiko tinggi tertular Covid-19 dan banyak yang meninggal akibat penyakit tersebut termasuk dokter dan perawat.
Prancis termasuk 10 negara di dunia yang paling parah terkenda pandemi virus corona, di mana lebih dari 2,5 juta kasus terkonfirmasi dan hampir 62 ribu kematian.
Inisiatif kewarganegaraan jalur cepat pertama kali diumumkan pada September. Sebanyak 74 orang telah diberikan paspor Prancis dan 693 orang lainnya sedang dalam tahap akhir. Total yang telah mengajukan sebanyak 2.890 orang.
“Profesional kesehatan, petugas kebersihan, penjaga anak, kasir: Mereka semua membuktikan komitmen mereka kepada negara, dan sekarang giliran negara mendekati mereka,” jelas Menteri Junior Kewarganegaraan Prancis, Marlene Schiappa, pada Selasa, dikutip dari BBC, Kamis (24/12).
Biasanya, kewarganegaraan diberikan pada penduduk yang telah berada di Prancis selama lima tahun dengan pendapatn stabil dan berhasil membaur dengan masyarakat Prancis. Tapi pemerintah mengatakan pekerja garda depan Covid hanya disyaratkan telah tinggal di Prancis selama dua tahun.
Pada 2017, populasi imigran Prancis sebanyak 6,4 juta, termasuk yang paling banyak dari negara Afrika barat dan utara bekas koloni Prancis. Biasanya pengajuan kewarganegaraan cukup rumit dan lambat. Jumlah orang yang mendapatkan naturalisasi menurun, dengan 10 persen lebih kecil pada 2019 dibandingkan pada 2018.