Pengangguran Inggris kaget tiba-tiba punya utang Rp 19,9 M di bank

Pengangguran Inggris kaget tiba-tiba punya utang Rp 19,9 M di bank. Akibatnya, rekening bank Barclays milik Tyler Daniels harus dibekukan atas dugaan penipuan, sementara pihak berwenang masih terus melakukan penyelidikan.

Ira Astiana
Oleh Ira Astiana - Reporter
Pengangguran Inggris kaget tiba-tiba punya utang Rp 19,9 M di bank
Tyler Daniels. ©2017 Merdeka.com

Nasib sial baru saja menimpa seorang pengangguran asal Inggris bernama Tyler Daniels. Rekening bank milik Daniels yang mulanya berisi 90 pound (setara Rp 1,4 juta) tiba-tiba saja mengalami overdraft sebesar 1,2 juta pound (setara Rp 19,9 miliar).

Akibatnya, rekening bank Barclays miliknya harus dibekukan atas dugaan penipuan, sementara pihak berwenang masih terus melakukan penyelidikan.

"Saya terbangun suatu pagi dan melihat rekening saya menunjukkan overdraft sebesar Rp 19,9 miliar. Saya ditelpon Barclays selama lebih dari dua jam untuk berbicara dengan berbagai departemen termasuk departemen penipuan," curhat Daniels di akun media sosial Facebook, seperti dilansir dari laman Daily Mail, Senin (6/2).

"Kemudian, saya pergi ke salah satu cabang Barclays untuk mengambil sisa uang di rekening tabungan saya tetapi mereka bilang rekening saya sedang ditangguhkan. Mereka memblokir tabungan saya. Padahal saya tidak pernah meminjam uang di bank dan baru membuka rekening pada Oktober 2016," lanjut Daniels.

Daniels mengaku saat ini dia terpaksa harus meminjam uang kepada kakeknya untuk menghidupi dirinya sehari-hari karena dia tidak punya penghasilan. Selain itu Daniels juga mengungkapkan tengah mengalami stress berat lantaran masalah ini.

Sementara itu, pihak bank mengaku saat ini proses penyelidikan masih berlanjut. Namun beberapa bukti sudah didapat oleh bank.

"Berdasarkan pernyataan yang didapat dari keterangan bank, transaksi tersebut hanya bisa dilakukan menggunakan informasi keamanan lewat aplikasi internet perbankan. Saat ini kami masih melakukan investigasi lebih lanjut," pungkas juru bicara bank Barclays.

Rekomendasi